Breaking News

Ansor Cilegon Tancap Gas di Usia ke-92: Launching LBH dan Gerakan Anti Narkoba Jadi Sorotan

   Ketum DPP, PW dan GP Ansor Cilegon

Cilegon | rosindonews.com – Momentum peringatan Hari Lahir ke-92 Gerakan Pemuda Ansor di Kota Cilegon tidak sekadar seremoni. Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Cilegon menjadikannya sebagai titik akselerasi gerakan—menggabungkan kekuatan hukum, sosial, dan moral dalam satu rangkaian kegiatan strategis (24/4/2026). 

Mengusung tema besar “Bersatu, Berperan untuk Negeri”, peringatan tahun ini diisi dengan agenda utama yang sarat makna: Launching lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor dan Patriot Anti Narkoba, disertai istighotsah serta potong tumpeng sebagai simbol syukur dan kebersamaan.
Kegiatan akan digelar di Pondok Pesantren Darul Mutallimin, Jumat malam, 24 April 2026, pukul 20.00 WIB—menjadi pusat konsolidasi kader sekaligus pesan kuat bahwa Ansor hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai motor perubahan sosial.

Dari Seremoni ke Aksi Nyata

Launching Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor menandai langkah konkret organisasi dalam memperluas akses keadilan bagi masyarakat. 
Di tengah kompleksitas persoalan hukum yang kerap dihadapi masyarakat akar rumput, kehadiran LBH Ansor diharapkan menjadi garda terdepan dalam advokasi dan pendampingan.

Tak berhenti di situ, deklarasi Patriot Anti Narkoba menjadi respons serius terhadap ancaman laten narkotika yang menyasar generasi muda. Ansor mengambil posisi tegas—tidak hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai aktor aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan.

Konsolidasi Kader dan Kolaborasi Lintas Lembaga

Rangkaian istighotsah yang menjadi bagian dari acara mencerminkan akar spiritual gerakan Ansor yang tetap terjaga. Spirit religius ini berpadu dengan langkah progresif, membentuk keseimbangan antara nilai tradisi dan tuntutan zaman.
Kehadiran berbagai elemen, termasuk dukungan dari Badan Narkotika Nasional Kota Cilegon, menunjukkan bahwa penguatan peran pemuda tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Pernyataan Ketua GP Ansor: Harus Jadi Solusi Nyata
Ketua GP Ansor Kota Cilegon, Muakhir, S. Sy, menegaskan bahwa momentum Harlah ke-92 ini menjadi titik refleksi sekaligus pijakan untuk memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

“Ansor hari ini tidak boleh hanya hadir sebagai simbol organisasi kepemudaan, tetapi harus menjadi solusi nyata bagi persoalan umat dan bangsa. Melalui LBH Ansor, kami ingin memastikan masyarakat kecil mendapatkan akses keadilan. Sementara gerakan Patriot Anti Narkoba adalah komitmen kami menjaga generasi muda dari ancaman yang merusak masa depan,” tegas Muakhir.

Ia juga menambahkan bahwa konsolidasi kader menjadi kunci utama dalam memperkuat gerakan ke depan.
“Kami ingin Ansor di Cilegon semakin solid, progresif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Bersatu, berperan, dan benar-benar memberi dampak untuk negeri,” pungkasnya.

BNN: Perang Melawan Narkoba Adalah Tanggung Jawab Bersama

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Cilegon, Dr. R. Bogie Setia Perwira Nusa, S.H., S.H.I., M.H., M.Si., M.A.P., menilai peringatan Harlah Ansor menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi pemberantasan narkoba berbasis masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat Hari Lahir ke-92 Gerakan Pemuda Ansor. Di usia yang semakin matang ini, kami berharap Ansor terus menjadi garda terdepan dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika, sekaligus memperkuat peran sosial kemasyarakatan.”
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BNN dan organisasi kepemudaan merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan sosial.
“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas negara, tetapi tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda Ansor, untuk terus menggelorakan semangat War On Drugs for Humanity demi menyelamatkan masa depan bangsa.”
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan preventif berbasis komunitas.
“Melalui sinergi, edukasi, dan gerakan kolektif, kita optimistis dapat mewujudkan Cilegon yang bersih dari narkoba dan lebih berdaya secara sosial.”

Lebih dari Sekadar Perayaan

Di usia ke-92, GP Ansor dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks—mulai dari degradasi moral generasi muda hingga ancaman narkoba yang kian masif. Dalam konteks ini, langkah-langkah strategis seperti pembentukan LBH dan gerakan anti narkoba menjadi indikator bahwa Ansor bergerak ke arah yang lebih substansial,"Ujar Kepala BNN Cilegon

Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan arah bahwa organisasi kepemudaan harus hadir di garis depan—menjadi solusi, bukan sekadar simbol.
Penulis : Ahmad Rosidin
Tgl 24 April 2026

0 Komentar

Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.

© Copyright 2026 - ROSINDONEWS.COM