CILEGON | rosindonews.com - Memasuki usia 101 tahun, Pesantren Al-Khairiyah menegaskan kembali jati dirinya sebagai lembaga perjuangan yang berakar kuat pada nilai-nilai keumatan dan kebangsaan.(5/5/2026).
Mengusung tema “Merawat Peradaban, Mendorong Kemajuan: 101 Tahun Al-Khairiyah untuk Indonesia”, momentum Milad ini menjadi titik refleksi sekaligus penguatan arah gerak ke depan.
Didirikan pada 5 Mei 1925 oleh Brigjen KH. Syam’un, Pahlawan Nasional Indonesia, Al-Khairiyah lahir bukan sebagai institusi yang berorientasi keuntungan, melainkan sebagai gerakan pendidikan dan pemberdayaan umat di tengah situasi penjajahan.
Sejak awal, Al-Khairiyah memposisikan diri sebagai benteng peradaban—mencerdaskan umat, membangun kemandirian ekonomi, serta menanamkan semangat nasionalisme yang berpihak pada rakyat.
Lebih dari satu abad berjalan, Al-Khairiyah terus berupaya merawat warisan nilai tersebut di tengah perubahan zaman yang kian kompleks. Tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, hingga krisis moral menjadi ujian sekaligus peluang untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembentukan karakter dan kemajuan umat.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khairiyah Kota Cilegon, Banten, Ust Alwiyan Qosyid Sam’un, yang akrab disapa Alwiyan Rakyat Biasa, menegaskan bahwa tema Milad ke-101 bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata.
“Merawat peradaban berarti menjaga nilai, akhlak, dan jati diri bangsa. Sementara mendorong kemajuan adalah tanggung jawab kita untuk memastikan umat tidak tertinggal dalam pendidikan, ekonomi, maupun teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Al-Khairiyah harus terus hadir sebagai kekuatan moral dan sosial yang berpihak kepada rakyat.
“Al-Khairiyah tidak boleh jauh dari umat. Kita harus tetap menjadi rumah perjuangan—mencetak generasi yang berilmu, mandiri, dan memiliki keberanian untuk membawa perubahan bagi Indonesia,” tegasnya.
Milad ke-101 ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang Al-Khairiyah bukan hanya tentang menjaga eksistensi, tetapi juga memastikan kontribusi nyata bagi bangsa. Dari Cilegon, Al-Khairiyah terus meneguhkan langkah: merawat peradaban, mendorong kemajuan, dan berkhidmat untuk Indonesia.
(Ros/red*).

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.