MANDAILING NATAL | rosindonews.com Sejumlah aktivis mahasiswa dan pemuda di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap tata kelola MTs GUPPI Malintang.(30/5/2026)
Desakan tersebut muncul menyusul mencuatnya dugaan praktik pungutan liar (pungli), pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP), serta pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai kurang transparan.
Sorotan publik terhadap MTs GUPPI Malintang semakin menguat setelah beredarnya informasi mengenai dugaan pungutan kepada sejumlah guru honorer dengan dalih Pakaian Seragam Siswa Baru (PSSB). Selain itu, muncul pula dugaan adanya pemotongan dana PIP yang diterima siswa pada akhir tahun 2025.
Menanggapi hal tersebut, Presidium Jaringan Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (JAM NU) Kabupaten Mandailing Natal, Ali Samhur Hasibuan, MA, meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
"Kami mendesak Kapolres Mandailing Natal, Kepala Kejaksaan Negeri Panyabungan, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal untuk segera melakukan audit menyeluruh dan pemeriksaan intensif terhadap Kepala MTs GUPPI Malintang terkait tata kelola madrasah yang saat ini menjadi sorotan publik," ujar Ali Samhur kepada media, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya klarifikasi dan penelusuran dari pihak berwenang.
"Kami meminta agar seluruh informasi yang beredar dapat diuji melalui proses pemeriksaan yang objektif. Jika ditemukan pelanggaran, tentu harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Sentra Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Madina (SP3M), M. Yahya Rangkuti, menilai dugaan pungutan terhadap guru maupun pemotongan dana bantuan pendidikan perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut dunia pendidikan dan hak-hak peserta didik.
"Dugaan praktik pungli kepada guru dan pemangkasan dana bantuan pendidikan merupakan persoalan serius yang harus ditelusuri. Dunia pendidikan harus dijalankan dengan prinsip amanah, transparansi, dan akuntabilitas," ujarnya.
Ia berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh guna menghindari polemik yang berkepanjangan di lingkungan madrasah.
Sementara itu, Ketua DPC Garda Mahasiswa Madina, M. Dahler Lubis, turut menyoroti pengelolaan Dana BOS yang menurutnya harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
"Dana BOS wajib dikelola secara transparan, akuntabel, dan dipublikasikan sesuai aturan yang berlaku. Jika ada indikasi ketidakterbukaan, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang," katanya.
Menurut Dahler, pihaknya telah menerima sejumlah informasi dan laporan dari berbagai pihak yang perlu ditindaklanjuti melalui proses pemeriksaan resmi.
"Tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan kepastian hukum. Jika diperlukan, kami siap menempuh langkah-langkah sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, Kepala MTs GUPPI Malintang, Amir Mahmud Batubara, belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang dialamatkan kepadanya, termasuk mengenai dugaan pungli terhadap guru honorer, pemotongan dana PIP, maupun pengelolaan Dana BOS.
Upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah awak media juga belum membuahkan hasil. Pihak media mengaku masih berupaya memperoleh keterangan dari yang bersangkutan guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi dan memberikan ruang hak jawab terhadap pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.
Publik kini menantikan langkah konkret dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait untuk menindaklanjuti berbagai dugaan yang berkembang, sekaligus memastikan pengelolaan lembaga pendidikan berjalan sesuai aturan, transparan, dan berpihak pada kepentingan dunia pendidikan.
Kontributor : Maghrifatulloh
Editor : Ros/Red*

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.