CILEGON | rosindonews.com - Suasana mencekam menyelimuti kawasan industri Gerem, Kota Cilegon, Senin siang (25/5/2026), setelah ledakan keras mengguncang salah satu pabrik kimia di wilayah tersebut. Dentuman yang terdengar hingga beberapa kilometer itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.(25/5/2026).
Tak lama setelah ledakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, kepulan asap putih pekat membumbung tinggi ke langit.
Bau menyengat menyerupai karet terbakar langsung menyebar ke permukiman warga dan memicu kekhawatiran akan adanya kebocoran zat kimia berbahaya.
“Suara ledakannya sangat keras, setelah itu sirene berbunyi terus. Bau menyengat langsung terasa sampai rumah,” ujar seorang warga sekitar yang tinggal sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian.
Kepanikan warga semakin menjadi ketika sirene darurat terdengar bersahutan dari area industri. Sejumlah warga bahkan memilih meninggalkan rumah sementara karena takut asap kimia menyebar lebih luas.
Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon dan BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan langkah antisipasi.
Aparat juga meminta warga di sekitar kawasan terdampak agar menjauh dari titik ledakan demi menghindari risiko paparan zat berbahaya.
Insiden ini kembali memunculkan trauma lama masyarakat Cilegon terhadap rentetan kecelakaan industri kimia yang pernah terjadi sebelumnya.
Dalam beberapa kasus terdahulu, ledakan pabrik kimia di kawasan industri Cilegon sempat menyebabkan warga mengalami sesak napas, mata perih, hingga hujan debu kimia yang menyelimuti permukiman dan fasilitas umum.
Hingga malam ini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti ledakan maupun potensi kandungan zat kimia yang terlepas ke udara. Namun aroma menyengat yang masih tercium di sejumlah titik membuat warga memilih tetap waspada.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pengawasan keselamatan industri di Kota Cilegon, kota yang dikenal sebagai jantung industri kimia nasional.
Warga mendesak pemerintah dan pihak perusahaan segera membuka informasi secara transparan agar kepanikan tidak semakin meluas.
(Ros/Red*)

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.