LEBAK | Rosindonews.com - Proyek pembangunan ruas jalan Sampai Gunung kencana yang seharusnya menjadi harapan masyarakat kini justru memantik sorotan tajam. Dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis menyeruak ke permukaan dan memicu gelombang kekecewaan warga.(18/5/2026).
Situasi itu membuat GMBI Distrik Lebak mengambil langkah tegas dengan melayangkan laporan resmi ke Kejaksaan Tinggi Banten.
Ketua GMBI Distrik Lebak, King Naga, menegaskan bahwa laporan tersebut lahir dari keresahan masyarakat yang mempertanyakan kualitas pembangunan jalan yang dibiayai menggunakan uang rakyat.
Menurutnya, berbagai laporan dan temuan di lapangan mengindikasikan adanya dugaan pekerjaan yang tidak memenuhi standar teknis sebagaimana mestinya.
“Kami menerima banyak keluhan masyarakat Setelah turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi, kami melihat ada dugaan ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis. Karena itu kami resmi melaporkannya ke Kejati Banten,” ujar King Naga, Senin (18/5/2026).
Ia menilai, pembangunan infrastruktur tidak boleh dijadikan proyek formalitas yang mengorbankan kualitas dan kepentingan masyarakat.
“Jalan ini dibangun dari uang negara, dari uang rakyat. Maka hasilnya harus benar-benar berkualitas, bukan sekadar selesai di atas kertas,” tegasnya.
Laporan tersebut kini menjadi perhatian publik, terlebih ruas jalan Sampai–Gunungkencana diketahui merupakan jalur penting penunjang aktivitas warga dan roda perekonomian daerah.
GMBI pun mendesak aparat penegak hukum serta instansi teknis segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan membuka fakta sebenarnya kepada publik.
“Kalau memang ada penyimpangan, harus diproses tegas. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan oleh proyek yang kualitasnya dipertanyakan,” tambah King Naga.
Di tengah mencuatnya polemik ini, masyarakat berharap penanganan perkara dilakukan secara transparan dan tidak berhenti hanya pada laporan semata. Warga menginginkan pembangunan jalan yang kokoh, aman, dan mampu bertahan dalam jangka panjang, bukan proyek yang cepat rusak dan kembali membebani masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penyimpangan pekerjaan tersebut.
(Ros/red*)

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.