JAKARTA | rosindonews.com - Gubernur Banten Andra Soni menyerahkan cenderamata berupa golok pusaka khas Banten kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam rangkaian pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 2026 dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Penyerahan cenderamata tersebut dilakukan melalui Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, yang hadir mewakili Menpora dalam agenda nasional olahraga tersebut.
Momentum penyerahan golok pusaka Banten tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada pemerintah pusat, tetapi juga mencerminkan komitmen Provinsi Banten dalam memperkenalkan identitas budaya daerah di forum nasional yang strategis.
Rakernas KONI dan Musornaslub 2026 sendiri menjadi agenda penting dalam dunia olahraga nasional, salah satunya terkait pembahasan dan penetapan calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032. Dalam kesempatan tersebut, Provinsi Banten bersama Provinsi Lampung resmi mengajukan diri sebagai calon tuan rumah pesta olahraga terbesar di Indonesia itu.
Ketua KONI Provinsi Banten Agus Rasyid menjelaskan, golok merupakan salah satu warisan budaya khas Banten yang memiliki nilai historis, filosofis, dan simbolik yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Banten.
“Golok Banten merupakan warisan budaya yang memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari identitas masyarakat Banten. Dari masa ke masa, golok tidak hanya berfungsi sebagai alat, tetapi juga simbol kehormatan dan martabat,” ujar Agus Rasyid.
Ia menambahkan, tradisi pembuatan golok di Banten hingga kini masih terus dilestarikan oleh para perajin lokal dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, dalam tradisi masyarakat Banten, golok juga memiliki nilai simbolik yang erat kaitannya dengan kehormatan, keberanian, dan kewibawaan pemiliknya. Bahkan, sejumlah golok pusaka tertentu dihiasi emas dan batu mulia sebagai penanda strata sosial maupun nilai historis yang melekat di dalamnya.
“Sebagian golok pusaka juga memiliki nilai spiritual dan dianggap memiliki keistimewaan karena material langka maupun sejarah yang menyertainya,” jelas Agus.
Selain menjadi simbol budaya, pemberian golok pusaka kepada tamu dan pejabat negara juga telah menjadi bagian dari tradisi penghormatan masyarakat Banten dalam membangun hubungan baik dan memperkuat nilai persaudaraan.
Keikutsertaan Banten dalam Musornaslub KONI 2026 sekaligus menjadi momentum memperkuat posisi daerah sebagai salah satu provinsi yang siap mendukung kemajuan olahraga nasional, termasuk melalui kesiapan menjadi tuan rumah PON XXIII Tahun 2032.
Pemerintah Provinsi Banten berharap, melalui ajang nasional tersebut, Banten tidak hanya mampu menunjukkan kesiapan infrastruktur olahraga, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya dan identitas daerah kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas.
Di Tulis pada 22 Mei 2026
(Ros/Red*)

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.