CILEGON — ROSINDO NEWS.COM Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai sebagai titik refleksi sekaligus akselerasi bagi penguatan ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ruang kelas, tetapi juga oleh kuatnya budaya literasi dan tata kelola
Pengetahuan di masyarakat.(2/05/2026)
Kepala DPK Kota Cilegon, Dr. H. Ismatullah, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa perpustakaan dan kearsipan memiliki posisi strategis sebagai infrastruktur intelektual yang menopang kualitas sumber daya manusia.
“Pendidikan bermutu tidak boleh eksklusif. Ia harus menjangkau semua lapisan, tanpa kecuali. Literasi adalah fondasi—tanpa itu, transformasi pendidikan hanya menjadi jargon,” tegas Ismatullah.
Menurutnya, tantangan pendidikan hari ini tidak lagi semata pada akses, melainkan pada kualitas pemahaman, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan adaptif menghadapi disrupsi digital. Karena itu, DPK mendorong integrasi antara layanan perpustakaan, digitalisasi arsip, dan penguatan literasi informasi sebagai satu kesatuan kebijakan.
“Kita tidak bisa membangun masa depan dengan pendekatan lama. Perpustakaan harus menjadi pusat belajar terbuka, bukan sekadar tempat menyimpan buku. Arsip harus hidup sebagai memori kolektif yang memberi arah,” lanjutnya.
DPK Kota Cilegon juga menegaskan komitmennya untuk memperluas akses literasi melalui pengembangan perpustakaan berbasis komunitas, peningkatan koleksi digital, serta kolaborasi lintas sektor—mulai dari sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas literasi.
Dalam konteks lokal, Ismatullah menilai bahwa penguatan literasi masyarakat merupakan prasyarat untuk mendorong daya saing Kota Cilegon sebagai kota industri yang berbasis pengetahuan.
“Jika kita ingin maju sebagai kota industri modern, maka investasi terbesar harus pada manusia. Dan itu dimulai dari pendidikan yang berakar pada literasi yang kuat,” ujarnya.
Dengan mengusung semangat “Bergerak Bersama, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, DPK Kota Cilegon mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berhenti pada seremoni, tetapi bergerak konkret membangun ekosistem pendidikan yang berkeadilan dan berorientasi masa depan.
(Ros/Red*).

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.