JAKARTA | rosindonews.com - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang disebut “tidak pakai dolar” menjadi perhatian publik dan memunculkan beragam respons dari berbagai kalangan.(19/5/2026)
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menyinggung kondisi ekonomi nasional di tengah dinamika nilai tukar mata uang asing dan tekanan ekonomi global. Menurut Prabowo, masyarakat pedesaan pada umumnya menjalankan aktivitas ekonomi menggunakan rupiah dan lebih bertumpu pada sektor riil domestik.
Pernyataan itu dipahami sebagian pihak sebagai penegasan bahwa fondasi ekonomi rakyat, khususnya di desa, dinilai tetap memiliki daya tahan di tengah gejolak ekonomi internasional.
“Mayoritas masyarakat desa bertransaksi menggunakan rupiah dan mengandalkan hasil produksi lokal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Presiden dalam pernyataannya.
Sejumlah pengamat menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk optimisme pemerintah terhadap kekuatan ekonomi kerakyatan dan sektor domestik yang dinilai mampu menjadi penopang stabilitas nasional.
Namun di sisi lain, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa fluktuasi dolar Amerika Serikat tetap memiliki dampak tidak langsung terhadap masyarakat luas, termasuk di pedesaan.
Kenaikan nilai dolar, menurut para pengamat ekonomi, dapat memengaruhi harga sejumlah komoditas dan kebutuhan pokok yang berkaitan dengan impor, seperti bahan bakar, pupuk, pakan ternak, obat-obatan, hingga barang elektronik.
“Meski masyarakat desa tidak bertransaksi menggunakan dolar secara langsung, dampak nilai tukar tetap bisa dirasakan melalui kenaikan harga barang dan biaya distribusi,” ujar salah satu pengamat ekonomi.
Di media sosial, pernyataan Presiden juga memicu perdebatan. Sebagian masyarakat mendukung pandangan tersebut sebagai upaya menenangkan publik agar tidak terlalu khawatir terhadap gejolak kurs global. Namun sebagian lainnya berharap pemerintah tetap memberikan perhatian serius terhadap dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat bawah.
Pengamat kebijakan publik menilai, komunikasi pemerintah terkait isu ekonomi perlu disampaikan secara utuh agar tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat.
Sementara itu, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.
Kontributor : Abdul Ghani
Editor : (Ros/red*)

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.