Breaking News

SKANDAL KUR BSI DI OKI: NEGARA RUGI Rp9,5 MILIAR, 3 TERSANGKA DITAHAN — ADA AKTOR LAIN?Penyaluran Kredit Diduga Bermasalah, Pengawasan Perbankan Disorot


OKI | rosindonews.com - Dugaan korupsi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pembantu Tulang Bawang Unit 2, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kian menguat. 

Negara diperkirakan merugi hingga Rp9,5 miliar, sementara tiga orang telah resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir.
Penahanan dilakukan usai proses Tahap II (pelimpahan tersangka dan barang bukti) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bidang Tindak Pidana Khusus, Senin (4/5/2026). Namun, kasus ini memunculkan pertanyaan besar: apakah hanya tiga orang yang terlibat?

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari OKI, Parit Purnomo, menyebut ketiga tersangka masing-masing berinisial SS, Ln, dan Sn. SS diketahui memiliki peran kunci sebagai Komisaris Utama PT Karomah Ilahi Mandira (PT KIM) sekaligus pengelola keuangan. Ln bertindak sebagai sekretaris perusahaan, sementara Sn merupakan Micro Relationship Manager BSI pada periode 2022–2023.

“Ketiganya langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Lapas Kelas IIB Kayuagung,” ujar Parit.

Namun di balik penetapan tersangka, dugaan modus operandi mulai menjadi sorotan. Penyaluran KUR yang seharusnya menyasar pelaku usaha mikro, justru diduga dimanipulasi—baik melalui data penerima, kelayakan usaha, hingga mekanisme pencairan.

Program KUR sendiri merupakan instrumen vital pemerintah dalam menggerakkan ekonomi rakyat. Karena itu, penyimpangan dalam skema ini tidak hanya berdampak pada kerugian negara, tetapi juga berpotensi mematikan akses pembiayaan bagi masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan.

Lebih jauh, publik kini menyoroti sistem pengawasan internal perbankan. Bagaimana pembiayaan dalam jumlah besar bisa lolos tanpa deteksi? Apakah ada celah sistemik, atau justru indikasi pembiaran?

Kejari OKI memastikan penyidikan belum berhenti. Pintu untuk menjerat pihak lain masih terbuka, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum internal maupun eksternal yang turut memainkan peran dalam skema ini.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia perbankan dan regulator: lemahnya kontrol dapat menjadi pintu masuk praktik korupsi yang merugikan negara sekaligus menghancurkan kepercayaan publik.

Kontributor Sumsel: Budi rizkiyanto
Editor : Ros/red*

0 Komentar

Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.

© Copyright 2026 - ROSINDONEWS.COM