SERANG | rosindonews.com -Produk unggulan daerah kembali menunjukkan daya saingnya di pasar internasional. Sebanyak 7 ton emping Belinjo produksi UMKM asal Banten, CV. Naufan Putra, resmi diberangkatkan menuju Arab Saudi dalam satu kontainer ekspor dengan dukungan dan pendampingan dari Bea Cukai Merak.(4/6/2026). 

CV. Naufan Putra yang berdiri sejak tahun 2007 telah berkembang menjadi salah satu produsen dan pemasok emping Belinjo yang konsisten menembus pasar ekspor. Selain Arab Saudi, produk olahan khas Indonesia tersebut juga telah dipasarkan ke sejumlah negara di kawasan Asia dan Eropa.

Pelepasan ekspor ini menjadi bukti bahwa UMKM daerah mampu bersaing di tingkat global apabila didukung oleh kualitas produk yang baik, kontinuitas produksi, serta pendampingan dari pemerintah.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Merak, Dedy Kurniawan, mewakili Kepala Kantor Bea Cukai Merak, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan dan konsistensi CV. Naufan Putra dalam menjalankan ekspor secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan UMKM menembus pasar internasional merupakan hasil dari kerja keras, inovasi, dan komitmen pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk. Rabu 3 Juni 2026 "pungkasnya

Bea Cukai Merak juga berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada UMKM yang memiliki potensi ekspor agar dapat berkembang lebih besar dan mampu memperluas jangkauan pasar.

Menariknya, seluruh bahan baku emping melinjo yang digunakan berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Banten, seperti Cilegon, Mancak, Bojonegara, dan sejumlah daerah lainnya. 

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ekspor tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi petani, pemasok bahan baku, hingga tenaga kerja lokal.

Keberadaan CV. Naufan Putra sebagai eksportir aktif turut berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Dengan memanfaatkan potensi lokal dan menghubungkannya dengan pasar global, UMKM terbukti menjadi salah satu pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai industrial assistance dan trade facilitator, Bea Cukai Merak terus mendorong lahirnya UMKM berorientasi ekspor melalui berbagai program pendampingan dan fasilitasi. 

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional.
Ekspor 7 ton emping melinjo ke Arab Saudi ini menjadi contoh nyata bahwa produk lokal Banten memiliki kualitas dan daya saing yang mampu diterima oleh pasar internasional. 

Dengan dukungan yang berkelanjutan, semakin banyak UMKM diharapkan dapat mengikuti jejak tersebut dan membawa produk Indonesia semakin dikenal di pasar dunia.(RSDN/RED*)