Breaking News

Hari Lahir Pancasila 2026, Buya Tsabit: Nilai Kurban Sejalan dengan Semangat Persatuan Bangsa


CILEGON | rosindonews.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.(1/6/2026) 

Pimpinan Pesantren Adz-Dzikra Cilegon, Buya Tsabit, menilai momentum tersebut semakin bermakna karena berdekatan dengan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang mengandung banyak pelajaran tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai sosial yang sejalan dengan semangat Pancasila, khususnya dalam membangun persatuan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.

“Melalui ibadah kurban, umat Islam diajarkan untuk menekan ego pribadi, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperkuat persaudaraan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila yang mengedepankan kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial,” ujar Buya Tsabit, Senin (1/6/2026).

Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia saat ini membutuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun kebangsaan. Karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar diperingati secara seremonial.

Buya Tsabit juga mencontohkan pelaksanaan kurban di lingkungan Pesantren Adz-Dzikra yang melibatkan santri, pengurus pesantren, dan masyarakat sekitar sebagai bentuk nyata implementasi nilai agama dan nilai kebangsaan yang berjalan beriringan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi para santri tentang pentingnya kerja sama, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ketika masyarakat saling membantu, berbagi rezeki, menghormati sesama, dan menjaga persatuan, sesungguhnya mereka sedang mengamalkan ajaran agama sekaligus menghidupkan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Buya Tsabit berharap semangat Iduladha yang masih terasa di tengah masyarakat dapat menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan nasional, memperluas kepedulian sosial, dan menjaga harmoni di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Indonesia akan semakin kuat apabila nilai-nilai agama dan nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam perilaku sehari-hari masyarakat. Persatuan, gotong royong, dan kepedulian harus menjadi budaya yang terus kita jaga bersama,” pungkasnya.
(Ros/Red*) 

0 Komentar

Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.

© Copyright 2026 - ROSINDONEWS.COM