Cilegon | rosindonews.com : Penunjukan komisaris di perusahaan strategis seperti PT Krakatau POSCO selalu menjadi perhatian publik, khususnya masyarakat industri di Kota Cilegon.(29/6/2026)
Hal itu wajar, sebab Krakatau POSCO bukan sekadar perusahaan biasa, melainkan salah satu simbol kekuatan industri baja nasional yang memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi daerah maupun nasional.
Belakangan, publik menyoroti masuknya sosok yang dikenal sebagai asisten publik figur Raffi Ahmad ke dalam jajaran komisaris Krakatau POSCO. Polemik kemudian muncul di tengah masyarakat, terutama dari kalangan pelaku usaha dan tokoh industri yang mempertanyakan aspek kompetensi serta relevansi pengalaman terhadap sektor industri baja.
Dalam konteks ini, publik sebenarnya tidak sedang mempersoalkan latar belakang personal seseorang.
Yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana sebuah jabatan strategis di perusahaan industri nasional harus diisi oleh figur yang benar-benar memahami dunia industri, tata kelola perusahaan, investasi, hingga tantangan sektor baja nasional.
Posisi komisaris bukan jabatan simbolik semata.
Komisaris memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi jalannya perusahaan, memberikan masukan strategis, menjaga tata kelola korporasi, hingga memastikan perusahaan berjalan sesuai arah bisnis yang sehat dan profesional.
Karena itu, penempatan komisaris semestinya mempertimbangkan rekam jejak, kapasitas, pengalaman, dan kompetensi yang relevan dengan sektor industri terkait.
Apalagi Krakatau POSCO bergerak di sektor baja, industri yang memiliki kompleksitas tinggi dan menjadi bagian penting dari pembangunan nasional.
Di sisi lain, kritik publik terhadap penunjukan figur dari kalangan non-industri juga harus dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan industri nasional, bukan semata serangan personal.
Masyarakat Cilegon tentu berharap perusahaan strategis yang berdiri di kota industri baja dapat dikelola oleh orang-orang yang memahami denyut industri serta kebutuhan dunia usaha lokal.
Selain itu, banyak kalangan menilai putra-putri daerah Banten yang telah lama berkecimpung di sektor baja juga layak mendapatkan ruang dan kesempatan dalam struktur perusahaan strategis nasional.
Sebab mereka tidak hanya memahami industri secara teknis, tetapi juga memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan industri.
Pada akhirnya, polemik ini menjadi pengingat bahwa profesionalisme dan transparansi harus menjadi prinsip utama dalam setiap penunjukan jabatan strategis, baik di BUMN maupun perusahaan patungan nasional.
Jabatan komisaris seharusnya tidak dipersepsikan sebagai ruang akomodasi kepentingan tertentu, melainkan amanah besar untuk menjaga keberlangsungan dan masa depan industri nasional.
Krakatau POSCO membutuhkan figur-figur yang mampu membawa perusahaan semakin maju, kompetitif, dan dipercaya publik. Karena perusahaan sebesar Krakatau POSCO bukan hanya milik korporasi, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat industri Indonesia.
Tim Redaksi

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.