Breaking News

Konflik VOC dan Kesultanan Banten: Awal Perebutan Kuasa di Nusantara

        Gambar Sejarah Banten/Dok/RNC

Cilegon | Rosindonews.com - Kesultanan Banten pernah menjadi salah satu kerajaan paling kuat di Nusantara pada abad ke-16 hingga ke-17.(24/6/2026) 

Letaknya yang strategis di jalur perdagangan internasional membuat pelabuhan Banten ramai disinggahi pedagang dari Arab, India, Cina, Inggris, hingga Eropa. 

Komoditas utama berupa lada menjadikan Banten pusat ekonomi penting di kawasan Selat Sunda.

Di tengah kejayaan itu datang VOC, perusahaan dagang Belanda yang berdiri pada tahun 1602 dengan tujuan menguasai perdagangan rempah-rempah di Asia. 

Berbeda dengan sistem perdagangan terbuka yang diterapkan Banten, VOC menginginkan monopoli penuh atas perdagangan lada dan jalur dagang strategis.

Ketegangan mulai meningkat ketika VOC membangun kekuatan militernya di Batavia setelah merebut Jayakarta pada tahun 1619. Dari sana, VOC perlahan menekan pengaruh Banten melalui blokade perdagangan dan campur tangan politik.
Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten menolak tunduk kepada VOC. 

Sultan Ageng mempertahankan prinsip perdagangan bebas dan menjalin hubungan dengan Inggris serta pedagang asing lain untuk melawan dominasi Belanda.

Namun VOC menggunakan strategi politik adu domba. Konflik internal muncul antara Sultan Ageng dan putranya sendiri, Sultan Haji. Sultan Haji memilih bekerja sama dengan VOC demi memperoleh dukungan kekuasaan.
Perang saudara pun pecah pada dekade 1680-an. Dengan bantuan militer VOC, Sultan Haji berhasil mengalahkan ayahnya. Sultan Ageng akhirnya ditangkap dan dipenjara di Batavia hingga wafat.

Kemenangan VOC menjadi titik balik sejarah Banten. Kesultanan yang sebelumnya kuat dan mandiri perlahan kehilangan kedaulatan. 

VOC memperoleh hak monopoli perdagangan dan semakin memperluas pengaruh kolonialnya di Nusantara.

Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai salah satu contoh awal bagaimana VOC tidak hanya bergerak sebagai perusahaan dagang, tetapi juga sebagai kekuatan politik dan militer yang membentuk sejarah kolonial di Indonesia.(Red*) 

0 Komentar

Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.

© Copyright 2026 - ROSINDONEWS.COM