Breaking News

Pemko Pariaman Kebut Pembangunan RSUD dr. Sadikin dan Perkuat Program Sanitasi Desa

Pemerintah Kota Pariaman bersama            Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki          Pratama, bersinergi melakukan                    langkah taktis untuk meningkatkan              kualitas kesehatan dan infrastruktur        masyarakat Kota Pariaman. 
(Dok.Humas Kominfo)

PARIAMAN | rosindonews.com
Pemerintah Kota Pariaman terus memperkuat sektor kesehatan melalui percepatan pembangunan fasilitas kesehatan dan peningkatan kualitas sanitasi masyarakat.(9/6/2026) 

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi bersama anggota DPR RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama, dalam mendorong program kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat yang berlangsung di Balarung Pendopo Wali Kota Pariaman.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengatakan bahwa Kota Pariaman mendapatkan bantuan Program Padat Karya Sanitasi dari Kementerian Kesehatan RI senilai Rp100 juta yang dialokasikan untuk Desa Bato, Kecamatan Pariaman Timur.

"Bantuan ini diperuntukkan bagi perbaikan sanitasi dan pembangunan jamban sehat untuk sekitar 10 rumah tangga yang hingga saat ini belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak," ujar Ade Rezki.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui perbaikan lingkungan. Ia menegaskan bahwa kesehatan masyarakat harus dimulai dari lingkungan yang bersih dan sehat.

"Rumah-rumah warga yang belum memiliki jamban yang memadai akan dibangun fasilitas berupa kloset, saluran pembuangan air, hingga septic tank. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mencegah pencemaran akibat limbah rumah tangga," jelasnya.

Selain program sanitasi, perhatian juga difokuskan pada percepatan pembangunan RSUD dr. Sadikin Kota Pariaman yang selama beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya rampung.
Pemerintah Kota Pariaman bersama DPR RI saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mendorong kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut. 

Tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan dan meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan layanan rawat inap menjadi alasan utama perlunya penambahan fasilitas dan kapasitas rumah sakit.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Menteri Kesehatan, hingga Wakil Menteri Kesehatan guna memastikan dukungan pembangunan RSUD dr. Sadikin dapat segera terealisasi.

Dengan dukungan pengawalan dari DPR RI, Pemkot Pariaman berharap dapat memperoleh bantuan anggaran dari pemerintah pusat minimal sebesar Rp50 miliar untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit tersebut.

"Kami menargetkan pembangunan RSUD dr. Sadikin dapat diselesaikan paling lambat pada tahun 2027 sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat," kata Yota Balad.

Tidak hanya pembangunan fisik, RSUD dr. Sadikin juga dipastikan akan menerima tambahan fasilitas kesehatan berupa peralatan Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan.

Fasilitas tersebut akan digunakan untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi bayi dan anak-anak, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Bantuan alat kesehatan tersebut diproyeksikan mulai diterima pada kuartal ketiga hingga kuartal keempat tahun 2026.

Di sisi lain, Pemkot Pariaman juga berkomitmen mempertahankan status Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan yang telah dicapai sebelumnya.

Menurut Yota Balad, program bantuan sanitasi akan terus diperluas ke berbagai wilayah yang masih membutuhkan intervensi pembangunan jamban sehat dan perbaikan sanitasi lingkungan.

"Tahun lalu bantuan serupa diberikan kepada Desa Nareh, Kecamatan Pariaman Utara. Tahun ini Desa Bato menjadi sasaran program. Ke depan kami akan terus menginventarisasi wilayah-wilayah yang masih membutuhkan bantuan sanitasi agar dalam lima tahun kepemimpinan kami seluruh masyarakat Kota Pariaman dapat menikmati fasilitas sanitasi yang layak dan hidup dalam lingkungan yang sehat," tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPR RI, dan pemerintah pusat, Kota Pariaman optimistis mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat pembangunan sanitasi masyarakat demi mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik bagi seluruh warga. (RSDN/RED*) 

0 Komentar

Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.

© Copyright 2026 - ROSINDONEWS.COM