SERANG | rosindonews.com - Polda Banten terus mendalami penyebab ledakan yang terjadi di area produksi PT Merak Chemical Indonesia (MCCI), Kota Cilegon. Dalam proses penyelidikan yang masih berlangsung, penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten menjadwalkan pemeriksaan terhadap enam orang saksi dari pihak perusahaan pada Selasa (2/6/2026).
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan keterangan dan memperkuat proses penyelidikan atas insiden yang terjadi pada Senin (25/5/2026) tersebut.
"Hari ini ada enam orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Semuanya merupakan karyawan PT MCCI," ujar Maruli kepada awak media.
Menurutnya, sebelum pemeriksaan terhadap enam saksi tersebut, penyidik telah lebih dahulu meminta keterangan dari sejumlah korban serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Sebelumnya sudah beberapa orang yang dimintai keterangan, baik korban maupun warga sekitar," tambahnya.
Selain melakukan pemeriksaan saksi, Polda Banten bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti dan memastikan penyebab pasti ledakan.
"Polda Banten bersama Puslabfor Bareskrim Polri telah melakukan olah TKP dan pengambilan sejumlah barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium," jelas Maruli yang didampingi Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten, AKBP Dhoni Erwanto.
Ledakan diketahui terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di area PTA-1 PT MCCI yang berlokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak perusahaan yang disampaikan oleh Arif Budiawan, saat kejadian aktivitas produksi berlangsung normal. Namun secara tiba-tiba terdengar suara keras dari area produksi yang kemudian diikuti aktifnya sistem Early Warning System (EWS) perusahaan.
Menyikapi situasi tersebut, manajemen perusahaan langsung melakukan evakuasi terhadap seluruh karyawan sebagai langkah antisipasi keselamatan kerja.
Dugaan sementara menyebutkan insiden dipicu oleh kebocoran pada sistem perpipaan akibat tekanan suhu yang sangat tinggi. Kebocoran tersebut diduga menyebabkan peningkatan tekanan yang memicu suara ledakan dan mengaktifkan sistem peringatan dini perusahaan.
Pasca kejadian, perusahaan langsung menghentikan sementara aktivitas di area terdampak dan melakukan pemeriksaan teknis terhadap instalasi pipa maupun reaktor produksi.
Akibat insiden tersebut, dua orang karyawan mengalami luka dan hingga kini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Krakatau Medika.
Sementara itu, aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan, memasang garis polisi, serta melakukan serangkaian pemeriksaan di area kejadian. Satuan Brimob Polda Banten juga diterjunkan untuk melakukan sterilisasi guna memastikan tidak terdapat unsur radioaktif yang terlepas ke lingkungan sekitar.
"Sekitar pukul 18.00 WIB asap sudah tidak terlihat lagi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan tetap tenang menunggu hasil penyelidikan resmi," tutup Maruli.
Hingga saat ini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti ledakan yang terjadi di fasilitas produksi PT Merak Chemical Indonesia tersebut.(Ros/Red*)

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.