Rosindonews.com, Cilegon — Semarak Muharram Culture Fest (MCF) 2026 semakin terasa dengan keikutsertaan ratusan guru yang tergabung dalam Forum PPPK Guru Kota Cilegon pada kegiatan pawai obor yang digelar di Alun-Alun Kota Cilegon, Kamis (25/6/2026) malam.
Mengenakan atribut seragam komunitas dan membawa obor yang menyala terang, para guru PPPK membaur bersama ribuan peserta lainnya dalam pawai yang menjadi salah satu agenda utama perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Kehadiran para tenaga pendidik tersebut menambah semarak kegiatan sekaligus memperkuat pesan kebersamaan lintas profesi dalam menjaga nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Kota Cilegon.
Ketua Forum PPPK Guru Kota Cilegon, Rouf, mengatakan partisipasi para guru dalam pawai obor bukan sekadar hadir secara seremonial, tetapi juga menjadi bentuk komitmen insan pendidik dalam menjaga tradisi serta menanamkan nilai budaya kepada generasi muda.
“Sebagai guru, kami tidak hanya bertugas mengajar di ruang kelas, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mengenalkan warisan budaya dan nilai spiritual kepada anak-anak didik. Momentum Muharram ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan karakter,” ujarnya.
Pawai obor berlangsung khidmat namun tetap meriah. Cahaya obor yang menerangi malam menjadi simbol harapan, semangat hijrah, dan tekad menuju kehidupan yang lebih baik. Barisan Forum PPPK Guru Kota Cilegon tampak berjalan kompak sambil melantunkan shalawat dan doa bersama.
Muharram Culture Fest 2026 yang mengusung tema “Tirta Nawasanga” kembali menjadi ruang perjumpaan antara budaya, spiritualitas, dan tradisi masyarakat Cilegon.
Festival tahunan yang digagas Dewan Kebudayaan Kota Cilegon tersebut menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pawai obor, ritual budaya, pertunjukan seni, hingga pameran tradisi lokal.
Keikutsertaan Forum PPPK Guru Kota Cilegon dinilai menjadi bukti bahwa ekosistem kebudayaan tidak hanya hidup di kalangan seniman dan budayawan, tetapi juga tumbuh dan berkembang di lingkungan pendidikan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas Kota Cilegon sebagai daerah yang memiliki akar budaya dan religiusitas yang kuat.
Dengan semangat kebersamaan yang menyala layaknya obor di malam Muharram, para guru berharap Muharram Culture Fest 2026 dapat menjadi pengingat bahwa pendidikan dan kebudayaan merupakan dua unsur penting dalam membangun peradaban yang berkarakter.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, turut mengapresiasi antusiasme para guru dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan para pendidik dalam Muharram Culture Fest menunjukkan bahwa pendidikan dan kebudayaan merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan.
“Kami mengapresiasi partisipasi aktif Forum PPPK Guru Kota Cilegon dalam Pawai Obor Muharram Culture Fest 2026.
Kehadiran para guru menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada penguatan karakter, nilai spiritual, serta pelestarian budaya lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, Muharram Culture Fest menjadi ruang yang baik untuk menanamkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan identitas budaya kepada generasi muda.
“Kami berharap para guru dapat menjadi garda terdepan dalam meneruskan semangat ini kepada peserta didik di sekolah masing-masing.
Sinergi antara dunia pendidikan dan kebudayaan harus terus diperkuat, karena membangun peradaban unggul tidak cukup hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga membutuhkan akar budaya dan moral yang kokoh,” tambahnya. (Red)

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.