Breaking News

Rosindo Media Indonesia Siap Gagas Konsep Besar Revitalisasi Eks Gedung Bank Bukopin Cilegon Menjadi Pusat Edukasi Industri dan Ruang Publik

       Eks Gedung Bank Bukopin Cilegon

CILEGON | ROSINDONEWS -  Gedung eks Bank Bukopin Cilegon yang pernah menjadi salah satu titik layanan perbankan di pusat aktivitas ekonomi kota, kini kembali menjadi sorotan dalam wacana pemanfaatan aset perkotaan yang tidak aktif.(21/2026) 

Gedung yang sebelumnya digunakan sebagai fasilitas layanan keuangan tersebut telah lama tidak difungsikan secara optimal, seiring perubahan struktur layanan perbankan dan pergeseran aktivitas ekonomi digital. Kondisi ini menjadikannya salah satu aset ruang kota yang belum termanfaatkan secara maksimal di kawasan strategis Cilegon.

Melihat kondisi tersebut, Rosindo Media Indonesia mendorong gagasan besar berupa revitalisasi gedung eks perbankan tersebut menjadi Industrial Education & Public Information Center, yaitu pusat edukasi industri, informasi publik, dan ruang kolaborasi masyarakat.

Konsep ini dirancang untuk menjawab kesenjangan antara besarnya aktivitas industri di Cilegon dengan terbatasnya ruang edukasi publik yang dapat menghubungkan masyarakat langsung dengan dunia industri.

Dalam gagasan tersebut, gedung yang sebelumnya berfungsi sebagai institusi keuangan diharapkan dapat bertransformasi menjadi ruang multifungsi yang mencakup pelatihan keterampilan kerja industri, pusat informasi ketenagakerjaan, ruang UMKM, coworking space komunitas, hingga area dokumentasi sejarah industri Cilegon.

Sektor yang akan menjadi fokus penguatan edukasi meliputi industri baja, petrokimia, energi, logistik, serta pengenalan teknologi industri modern seperti otomasi dan digitalisasi manufaktur.

Rosindo Media Indonesia menilai, transformasi gedung eks Bank Bukopin ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga merupakan upaya strategis dalam membangun literasi industri masyarakat perkotaan.

“Cilegon memiliki kekuatan industri yang besar, namun ruang yang menghubungkan masyarakat dengan ekosistem industri masih terbatas. Revitalisasi aset kota seperti ini dapat menjadi jembatan penting,” demikian disampaikan dalam pernyataan gagasan tersebut.

Selain aspek edukasi, konsep ini juga diarahkan untuk menghidupkan kembali ruang kota yang tidak aktif menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan kolaborasi lintas sektor.

Tahap awal inisiatif ini akan difokuskan pada penguatan publikasi, dokumentasi lapangan, serta membangun dukungan komunitas sebelum memasuki tahap komunikasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah daerah dan pemilik aset.

Dengan pendekatan kolaboratif, gagasan ini diharapkan menjadi pemantik diskusi publik mengenai pemanfaatan kembali aset perkotaan yang tidak aktif, sekaligus membuka peluang pengembangan ruang publik berbasis edukasi industri di Cilegon.(RSDN/RED)*) 

0 Komentar

Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.

© Copyright 2026 - ROSINDONEWS.COM