Rosindonews.com, Cilegon - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan baja terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam pembangunan industri nasional.(25/6/2026)
Perusahaan milik negara ini berdiri sebagai simbol kemandirian industri strategis Indonesia dalam memenuhi kebutuhan baja nasional.
Sejarah Krakatau Steel bermula dari gagasan pemerintah Indonesia pada era Presiden Soekarno untuk membangun industri baja nasional yang kuat dan mandiri.
Pada masa itu, pemerintah menyadari bahwa baja merupakan sektor vital dalam pembangunan infrastruktur, pertahanan, hingga industri manufaktur.
Cikal bakal Krakatau Steel berasal dari proyek pembangunan pabrik baja Trikora yang didirikan pada tahun 1960 di Cilegon, Banten. Nama “Trikora” diambil dari operasi militer Tri Komando Rakyat yang saat itu menjadi simbol perjuangan nasional Indonesia.
Namun, proyek tersebut sempat mengalami hambatan akibat situasi politik dan ekonomi nasional yang tidak stabil pada pertengahan 1960-an.
Setelah pergantian pemerintahan, proyek pabrik baja tersebut kemudian direstrukturisasi dan dilanjutkan kembali oleh pemerintah.
Pada 31 Agustus 1970, pemerintah resmi mendirikan PT Krakatau Steel sebagai perusahaan negara melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1970.
Nama “Krakatau” diambil dari Gunung Krakatau yang terkenal sebagai simbol kekuatan alam Indonesia.
Sejak berdiri, Krakatau Steel berkembang pesat menjadi pusat industri baja nasional.
Perusahaan ini membangun berbagai fasilitas produksi modern di kawasan industri Cilegon, Banten, mulai dari pabrik besi spons, slab baja, baja lembaran panas, hingga baja lembaran dingin.
Produk Krakatau Steel digunakan dalam berbagai sektor penting seperti konstruksi, otomotif, perkapalan, energi, hingga proyek infrastruktur nasional. Kehadiran Krakatau Steel juga menjadi tulang punggung pertumbuhan kawasan industri di Kota Cilegon yang kini dikenal sebagai “Kota Baja”.
Selain fokus pada produksi baja, Krakatau Steel juga mengembangkan anak perusahaan di bidang energi, pelabuhan, pengolahan air industri, dan kawasan industri terpadu.
Hal tersebut menjadikan Krakatau Steel sebagai salah satu BUMN strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian nasional.
Dalam perjalanannya, Krakatau Steel menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan industri baja global, fluktuasi harga bahan baku, hingga tekanan impor baja dari luar negeri.
Meski demikian, perusahaan terus melakukan transformasi bisnis dan modernisasi teknologi untuk meningkatkan daya saing industri baja nasional.
Hingga kini, Krakatau Steel tetap menjadi simbol industrialisasi Indonesia dan bagian penting dari sejarah pembangunan ekonomi nasional. Keberadaannya tidak hanya mencerminkan kemajuan industri baja Indonesia, tetapi juga semangat kemandirian bangsa dalam membangun sektor strategis nasional.(Red*)

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.