Breaking News

Studi Tiru Desa Sindangheula ke Pulau Tunda, Perkuat Tata Kelola Wisata Berbasis Potensi Desa

SERANG | rosindonews.com - Pemerintah Desa Sindangheula melaksanakan kegiatan studi tiru atau studi banding terkait tata kelola wisata desa ke Desa Wargasara, Pulau Tunda, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Kamis (5/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Desa Wargasara, perwakilan Ditpolairud Polda Banten, Seyko, Haerudin (A'eng) dari Kecamatan Pabuaran, Ketua BPD Sindangheula, Ketua Pokdarwis Desa Wargasara Sudirman, serta Wakil Ketua Pokdarwis Provinsi Banten Toto Liswanto.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Wargasara, Hasim, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan rombongan Desa Sindangheula ke Pulau Tunda.

"Terima kasih kepada jajaran Pemerintah Desa Sindangheula yang telah berkunjung ke Pulau Tunda. Sebagai informasi, jumlah penduduk Pulau Tunda saat ini sekitar 1.700 jiwa yang tersebar di enam RT," ujarnya.
Hasim menjelaskan, pada pertengahan tahun 2026 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tunda terus meningkat, baik dari wilayah Banten maupun luar daerah.

Pulau Tunda memiliki sejumlah daya tarik wisata unggulan, seperti snorkeling, diving, dan wisata memancing yang menjadi favorit para wisatawan.

"Mayoritas masyarakat Pulau Tunda berprofesi sebagai nelayan. Namun demikian, pendidikan tetap menjadi perhatian utama dan anak-anak kami semuanya bersekolah," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Sindangheula, Suheli mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan kapasitas pengelolaan wisata desa.
Menurutnya, Desa Sindangheula juga memiliki potensi wisata yang besar, salah satunya Waduk Bendungan Sindang Hela yang dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.

"Kami sengaja datang ke Pulau Tunda untuk belajar langsung mengenai tata kelola wisata desa yang telah berjalan. Harapannya, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengembangan potensi wisata di Desa Sindangheula Maju Desanya, Bahagia Warganya" katanya.

Sementara itu, Haerudin (A'eng) menegaskan bahwa tata kelola wisata yang baik merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Tata kelola wisata sangat dibutuhkan untuk kemajuan Desa Sindangheula maupun Desa Wargasara. Dengan pengelolaan yang baik, potensi desa dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ungkapnya.

Perwakilan Ditpolairud Polda Banten, Seyko, turut menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan wisata bahari yang mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan laut sebagai aset penting daerah pesisir.

Ketua Pokdarwis Desa Wargasara, Sudirman, berharap kunjungan studi tiru tersebut dapat menjadi awal sinergi yang lebih kuat antara kedua desa dalam mengembangkan sektor pariwisata.

"Kami berharap sinergitas antara Desa Sindangheula dan Desa Wargasara dapat terus terjalin untuk memajukan potensi wisata yang dimiliki masing-masing desa. Kami di Pokdarwis akan terus berjuang menjaga ekosistem laut dan mengembangkan wisata bahari di Pulau Tunda agar tetap lestari dan berkelanjutan," tuturnya.
Kegiatan studi tiru ini diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaan destinasi wisata desa, sekaligus memperkuat kolaborasi antarwilayah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata.(RSDN/RED*) 

0 Komentar

Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.

© Copyright 2026 - ROSINDONEWS.COM