Rosindonews.com, Jakarta - Nama Tan Malaka menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia.(25/6/2026)
Sosok revolusioner asal Sumatera Barat ini dikenal luas sebagai “Bapak Republik Indonesia” karena gagasannya tentang republik merdeka telah muncul jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Tan Malaka lahir di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada 2 Juni 1897 dengan nama asli Ibrahim Datuk Tan Malaka. Sejak muda, ia dikenal memiliki pemikiran kritis dan semangat perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.
Dalam perjalanan perjuangannya, Tan Malaka aktif menyuarakan kemerdekaan Indonesia melalui tulisan, pendidikan, hingga gerakan politik internasional. Salah satu karya monumentalnya adalah buku Naar de Republiek Indonesia yang terbit pada tahun 1925.
Dalam buku tersebut, Tan Malaka telah menggagas bentuk negara Republik Indonesia ketika sebagian besar tokoh bangsa masih memperjuangkan kemerdekaan dalam bentuk yang belum jelas.
Karena pemikiran visionernya itu, Tan Malaka kemudian dikenal sebagai tokoh pertama yang secara terang-terangan memperkenalkan konsep “Republik Indonesia” kepada dunia internasional.
Selain dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, Tan Malaka juga merupakan seorang intelektual besar. Ia menulis berbagai karya pemikiran, salah satunya Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika), yang mendorong masyarakat Indonesia untuk berpikir rasional, ilmiah, dan bebas dari pola pikir feodal maupun kolonial.
Perjalanan hidup Tan Malaka dipenuhi pengasingan dan perjuangan panjang. Ia berpindah dari satu negara ke negara lain demi menghindari penangkapan pemerintah kolonial Belanda.
Meski hidup dalam tekanan dan pelarian, semangat perjuangannya tidak pernah surut.
Setelah Indonesia merdeka, Tan Malaka tetap aktif mengawal arah perjuangan bangsa. Namun nasib tragis menimpanya pada Februari 1949 ketika ia dieksekusi di Kediri, Jawa Timur, di tengah situasi konflik revolusi nasional.
Meski sempat terlupakan dalam sejarah resmi bangsa, pemerintah Indonesia akhirnya menetapkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1963.
Hingga kini, sosok Tan Malaka tetap dikenang sebagai pejuang yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan penuh bagi Indonesia.
Pemikiran, keberanian, dan idealismenya terus menjadi inspirasi bagi generasi muda, mahasiswa, serta pejuang demokrasi di Indonesia.(Red*)

Social Header