SERANG | rosindonews.com - Kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua korban jiwa terjadi di Jalan Raya Bojonegara–Puloampel, tepatnya di depan PT Java Taiko Mineralindo, Desa Karang Kepuh, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.(9/6/2026)
Dua perempuan yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi A 2194 GE meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan truk tronton wingbox bernomor polisi B 9971 UEU yang melaju searah.
Kapolsek Bojonegara IPTU Kyflan Ahmad Syukur menjelaskan, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai Melya Sari dengan membonceng Sulyati melaju dari arah Bojonegara menuju Puloampel.
Setibanya di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor diduga berusaha mendahului kendaraan lain dari sisi kiri jalan.
Namun saat melakukan manuver tersebut, kendaraan yang dikendarainya kehilangan keseimbangan hingga oleng dan terjatuh ke badan jalan.
"Korban terjatuh dan masuk ke kolong truk tronton wingbox yang sedang melaju searah dari Bojonegara menuju Puloampel sehingga terlindas kendaraan tersebut," ujar IPTU Kyflan Ahmad Syukur.
Akibat kejadian tersebut, Melya Sari meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka berat. Sementara Sulyati sempat dievakuasi ke RSUD Cilegon untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia saat menjalani perawatan.
"Pengemudi sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian perkara, sedangkan penumpangnya meninggal dunia saat mendapatkan perawatan di rumah sakit," jelasnya.
Selain menimbulkan korban jiwa, sepeda motor yang dikendarai korban mengalami kerusakan parah.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Cilegon yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta mengamankan kendaraan yang terlibat guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kecelakaan maut tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Bojonegara–Puloampel sempat mengalami kemacetan panjang. Antrean kendaraan mengular hingga sekitar dua kilometer akibat proses evakuasi korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak aman, serta menghindari manuver mendahului dari sisi kiri yang memiliki risiko tinggi memicu kecelakaan fatal.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam berkendara. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa.(RSDN/RED*)

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.