CILEGON | rosindonews.com - Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa olahraga catur bukan sekadar permainan adu kecerdasan, melainkan sarana pembentukan karakter yang mengajarkan strategi, fokus, kesabaran, sportivitas, serta kemampuan mengambil keputusan.(14/6/2026)
Hal itu disampaikan Dimyati saat menghadiri pertandingan cabang olahraga catur pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Provinsi Banten Tahun 2026 yang berlangsung di Aula DPRD Kota Cilegon, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan pertandingan catur dalam ajang Popda menjadi bagian penting dari upaya membudayakan olahraga catur di kalangan pelajar sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Melalui Popda ini, anak-anak tidak hanya bertanding, tetapi juga belajar mencintai olahraga catur. Harapannya dari ajang ini lahir master-master catur bahkan grandmaster yang dapat mengharumkan nama Banten dan Indonesia,” ujar Dimyati.
Ia menilai, setiap bidak dalam permainan catur memiliki filosofi kehidupan yang mengajarkan pentingnya peran, tanggung jawab, dan kerja sama. Karena itu, pembinaan atlet muda harus dilakukan secara berkelanjutan agar mereka mampu berkembang menjadi pribadi yang tangguh dan berkarakter.
“Anak-anak ini harus terus dibimbing dan dijaga. Hari ini mereka atlet pelajar, namun suatu saat mereka bisa menjadi pemimpin yang membawa perubahan bagi masyarakat,” katanya.
Dimyati juga menekankan bahwa kemenangan dalam catur tidak ditentukan oleh keberuntungan, melainkan hasil dari strategi yang matang, ketenangan berpikir, dan kemampuan membaca situasi. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Catur mengajarkan kita untuk sabar, tenang, fokus, dan memiliki strategi yang tepat. Langkah awal yang disusun dengan baik akan sangat menentukan hasil akhir,” ungkapnya.
Kepada para peserta Popda, Dimyati berpesan agar tidak takut menghadapi kekalahan. Menurutnya, kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
“Juara dunia sekalipun pernah mengalami kekalahan. Yang terpenting adalah terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dimyati juga mengajak generasi muda untuk lebih mencintai olahraga catur sebagai aktivitas positif yang mampu mengasah kecerdasan sekaligus membangun karakter.
“Daripada terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget, lebih baik bermain catur. Permainan ini memiliki filosofi kehidupan yang luar biasa dan memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, menjelaskan bahwa Popda merupakan bagian dari sistem pembinaan atlet pelajar secara berjenjang yang menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet masa depan.
Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah pencarian bibit unggul yang nantinya dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional.
“Popda menjadi salah satu instrumen penting dalam proses regenerasi atlet muda Banten. Dari sini kita menemukan potensi-potensi terbaik yang akan dibina lebih lanjut,” katanya.
Syaukani menambahkan, para juara Popda XII akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Selain itu, mereka juga diproyeksikan menjadi bagian dari kekuatan kontingen Banten pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
“Pembinaan atlet membutuhkan proses panjang. Atlet-atlet yang saat ini berusia 16 hingga 17 tahun akan memasuki usia emas saat PON 2032. Karena itu, mereka harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menjadi andalan Banten di masa depan,” pungkasnya.(RSDN/RED*)

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.