CILEGON |ROSINDONEWS – Aktivis senior Kota Cilegon, Raden Juli Tresno Ajie lemahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cilegon yang dinilainya menjadi salah satu penyebab terhambatnya pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari kinerja pemerintah daerah yang harus terus dievaluasi secara menyeluruh.(9/7/2026)
Juli Tresno Ajie mengatakan, Pemerintah Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Wali Kota bersama seluruh jajaran perlu bekerja lebih keras dalam mengoptimalkan seluruh sumber-sumber PAD agar ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat dapat dikurangi.
"Optimalisasi PAD harus menjadi prioritas. Evaluasi menyeluruh perlu difokuskan pada komponen utama, mulai dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, kinerja BUMD, BLUD, hingga sumber-sumber PAD lain yang sah," ujar Juli.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian serius, di antaranya sistem pemungutan yang belum efektif, penetapan target penerimaan yang kurang akurat, rendahnya kepatuhan wajib pajak, serta lemahnya penegakan sanksi terhadap penunggak pajak maupun retribusi.
Ia menilai Pemerintah Kota Cilegon perlu menerapkan strategi yang lebih progresif tanpa membebani masyarakat. Salah satunya dengan melakukan pendataan wajib pajak secara berkala, memperbarui basis data perpajakan, serta menggali potensi sumber pendapatan baru yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
"Potensi dari sektor pariwisata, pemanfaatan aset daerah, hingga ekonomi digital harus mulai dikembangkan. Selain itu, penerapan sistem pembayaran pajak secara elektronik (e-Tax) dan pelaporan pajak secara real-time juga penting untuk mempersempit celah kebocoran pendapatan daerah," katanya.
Sebagai kota industri dengan ratusan perusahaan yang beroperasi dan terus berinvestasi, Juli menilai Cilegon memiliki peluang besar untuk meningkatkan PAD apabila pemerintah mampu mengambil langkah-langkah strategis dan memperkuat sinergi dengan dunia usaha.
"Cilegon adalah kota industri. Potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya.
Juli menambahkan, lemahnya PAD pada akhirnya berdampak terhadap terbatasnya kemampuan pemerintah dalam membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjalankan berbagai program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
"Yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat Kota Cilegon. Karena itu, peningkatan PAD harus menjadi agenda prioritas agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," pungkasnya.(RSDN/Red*)


0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.