Breaking News

BPBD dan Dinas Pertanian Provinsi Banten Perkuat Mitigasi Kekeringan Akibat El Nino

Serang | rosindonews.com - Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pertanian terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak pada sejumlah wilayah di Banten selama musim kemarau.(4/7/2026) 

Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, penyaluran bantuan air bersih, penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan, hingga dukungan sarana pertanian untuk menjaga produktivitas lahan dan ketahanan pangan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Hery, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan daerah yang berpotensi mengalami kekeringan sebagai langkah awal untuk mempercepat penanganan apabila terjadi krisis air bersih di masyarakat.

Selain melakukan pemetaan, BPBD juga menyiapkan skema distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. 

Menurut Hery, pendistribusian air bersih melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat dilakukan setelah pemerintah menetapkan status darurat bencana.

“Pendistribusian air bersih melalui BTT dapat dilakukan apabila status darurat bencana telah ditetapkan. 

Salah satu syaratnya, minimal dua kabupaten atau kota sudah menetapkan status darurat sehingga Pemerintah Provinsi Banten dapat mengajukan penggunaan anggaran BTT dan membentuk tim penanganan darurat di lokasi terdampak,” jelas Hery.

Ia menambahkan, pelaksanaan kewenangan penanggulangan bencana dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta dilaksanakan secara fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan. 

Dengan mekanisme tersebut, pemerintah provinsi dapat memberikan dukungan kepada pemerintah kabupaten dan kota apabila diperlukan.

Di sisi lain, BPBD Provinsi Banten juga terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui program BPBD Goes to Campus yang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Banten.

Melalui program tersebut, mahasiswa diberikan pembekalan teori maupun praktik kebencanaan agar memiliki pemahaman mengenai mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana. 

Para mahasiswa juga didorong menjadi Duta BPBD yang dapat berperan aktif menyosialisasikan edukasi kebencanaan di lingkungan masing-masing.

Menurut Hery, keterlibatan generasi muda sangat penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Ia berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam upaya pengurangan risiko bencana, khususnya menghadapi ancaman kekeringan dan dampak perubahan iklim.

Selain upaya penanganan oleh pemerintah, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif mengurangi risiko kekeringan melalui pola hidup yang lebih ramah lingkungan. 

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di antaranya menghemat penggunaan air, memperbanyak ruang terbuka hijau, membuat lubang biopori, serta menanam pohon di lingkungan sekitar.

“Bencana merupakan tanggung jawab bersama. Mari menjadi masyarakat yang lebih bijak dalam memanfaatkan air dan bersama-sama membangun ketangguhan menghadapi bencana,” ujar Hery.

Sementara itu, di sektor pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Banten telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menjaga produktivitas lahan selama musim kemarau serta mengantisipasi potensi gagal panen akibat kekurangan air.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPHP) dengan menyediakan fasilitas pinjam pakai selang air berdiameter 3 inci bagi petani yang mengalami kesulitan air. Selang tersebut dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari sumber air terdekat menggunakan mesin pompa yang disediakan secara swadaya oleh petani.

Selain itu, di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dinas Pertanian Provinsi Banten juga memperoleh dukungan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa fasilitasi pembangunan satu embung penampung air sederhana.

Embung tersebut direncanakan dibangun di kawasan pertanian rawan kekeringan yang memiliki sumber air terdekat. Saat ini, lokasi yang diusulkan berada di Kabupaten Serang dan masih dalam tahap verifikasi.

Pemerintah Provinsi Banten juga menyediakan fasilitas pinjam pakai mesin pompa air bagi kelompok tani yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau. Peminjaman dilakukan melalui Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Brigade Alsintan) setelah adanya usulan dari kelompok tani.

Tidak hanya itu, pemantauan lokasi terdampak kekeringan terus dilakukan secara berkala oleh petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) guna mengetahui perkembangan kondisi di lapangan sekaligus menjadi dasar penanganan lebih lanjut.

Sebagai langkah antisipasi terhadap kerugian petani, pemerintah juga menyiapkan bantuan benih bagi petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan tersebut akan diberikan setelah dilakukan verifikasi tingkat kerusakan tanaman oleh petugas terkait.

Optimalisasi pemanfaatan mesin pompa air juga terus dilakukan melalui sistem pinjam pakai agar kelompok tani dapat memenuhi kebutuhan irigasi selama musim kemarau berlangsung.

Melalui berbagai langkah mitigasi tersebut, Pemerintah Provinsi Banten berharap dampak El Nino terhadap masyarakat, khususnya petani, dapat diminimalkan sehingga ketahanan pangan dan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga.

Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya bersama karena penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.(RSDN/Red*) 

0 Komentar

Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.

© Copyright 2026 - ROSINDONEWS.COM