CILEGON (rosindonews.com) – Kondisi garasi kendaraan di lingkungan Kantor DPRD Kota Cilegon menuai sorotan. Sejumlah bagian plafon tampak rusak, mengelupas, bahkan berlubang, sehingga dinilai mengurangi nilai estetika dan mencerminkan kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan aset daerah.(29/7/2026)
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Rajawali Garda Pemuda Indonesia (RGPI) Kota Cilegon, H. Rochmatulloh, SE., menyampaikan keprihatinannya.
Menurutnya, gedung DPRD merupakan simbol lembaga perwakilan rakyat yang seharusnya selalu terawat dengan baik sebagai bentuk penghormatan terhadap fasilitas milik pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat.
"Kondisi bangunan yang tidak terawat ini tentu mengurangi nilai estetika dan dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap gedung DPRD Kota Cilegon.
Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar aset daerah ini kembali layak dan representatif," ujar Rochmatulloh.
Ia menegaskan bahwa pemeliharaan gedung pemerintah bukan hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga menyangkut citra dan wibawa lembaga.
Menurutnya, bangunan yang bersih, rapi, dan terawat akan mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga aset negara yang dibangun menggunakan anggaran publik.
Sebagai mantan Anggota DPRD Kota Cilegon dari Fraksi NasDem, H. Rochmatulloh mengaku prihatin melihat kondisi garasi yang dinilainya telah lama mengalami kerusakan namun belum mendapatkan penanganan secara optimal.
Jangan sampai muncul kesan bahwa kerusakan fasilitas di lingkungan kantor wakil rakyat dibiarkan begitu saja. Perbaikan perlu segera dilakukan agar masyarakat melihat adanya kepedulian terhadap aset daerah," tegasnya.
RGPI Kota Cilegon juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan merawat aset milik pemerintah.
Menurut organisasi tersebut, perawatan rutin merupakan bagian dari upaya mempertahankan kualitas bangunan sekaligus menjaga kenyamanan bagi pegawai, tamu, maupun masyarakat yang datang ke lingkungan DPRD Kota Cilegon.

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.