JAKARTA | ROSINDONEWS - Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) kembali menggelar diskusi rutin Kamis-Senin di Sekretariat GMRI, Jalan Ir. H. Juanda No. 4A, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).(11/7/2026)
Diskusi kali ini mengangkat berbagai isu aktual, mulai dari dinamika penegakan hukum hingga pentingnya membangun kembali kesadaran spiritual sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Diskusi diawali dengan pembahasan mengenai perkembangan isu penegakan hukum yang tengah menjadi perhatian publik.
Dari pembahasan tersebut, peserta kemudian memperluas diskusi pada persoalan korupsi, kemiskinan, dan tantangan moral yang dinilai masih menjadi pekerjaan besar bangsa.
Penulis dan budayawan Jacob Ereste menilai bahwa persoalan korupsi tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga menyangkut krisis moral dan spiritual yang perlu mendapat perhatian bersama.
"Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan hukum dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas moral, etika, dan spiritual masyarakatnya. Ketika nilai-nilai tersebut mulai ditinggalkan, berbagai persoalan sosial akan semakin sulit diatasi," ujar Jacob Ereste.
Diskusi yang diikuti sejumlah tokoh, di antaranya Joyo Yudhantoro, Sri Eko Sriyanto Galdendu, Zainul, Sambang Sutjipto, dan Vgh. Tarno Tuna, berkembang pada pembahasan mengenai pentingnya membangun kesadaran spiritual sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Para peserta berpandangan bahwa kepemimpinan di berbagai bidang memerlukan integritas, keberanian, serta komitmen terhadap nilai-nilai etika dan kemanusiaan.
Menurut mereka, pembangunan bangsa tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan karakter, budaya, dan spiritualitas.
Diskusi juga menyoroti kekayaan nilai-nilai spiritual yang dimiliki masyarakat Timur.
Para peserta berpendapat bahwa tradisi spiritual Nusantara memiliki akar budaya yang kuat dan dapat menjadi salah satu sumber inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih harmonis, berkeadilan, serta menghargai hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Melalui forum diskusi rutin tersebut, GMRI berharap dapat terus menjadi ruang dialog yang terbuka untuk membahas berbagai persoalan kebangsaan secara konstruktif serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan yang berorientasi pada penguatan moral, rekonsiliasi, dan persatuan bangsa.(RSDN)

0 Komentar
Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.