Breaking News

Kebakaran CRM Ganggu Produksi CRC Full Hard, Krakatau Steel Terapkan Force Majeure


CILEGON (ROSINDONEWS) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menyatakan mengalami kondisi force majeure setelah terjadi kebakaran di area Continuous Tandem Cold Mill (CTCM) pada pabrik Cold Rolling Mill (CRM) pada 19 Juli 2026.(25/7/2026) 

Peristiwa tersebut mengakibatkan terganggunya produksi Cold Rolled Coil (CRC) Full Hard, salah satu produk baja strategis yang dihasilkan perseroan.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Krakatau Steel menjelaskan bahwa untuk menjaga keberlangsungan pasokan CRC Full Hard di pasar domestik, perseroan akan bekerja sama dengan perusahaan produsen CRC di dalam negeri. 

Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi selama proses pemulihan fasilitas produksi yang terdampak kebakaran.

Meski demikian, operasional pabrik tidak berhenti sepenuhnya. Krakatau Steel masih dapat memproduksi CRC Soft melalui fasilitas Batch Annealing Furnace (BAF) serta Hot Rolled Pickled and Oiled (HRPO) melalui fasilitas Continuous Pickling Line (CPL).

Peristiwa ini turut menjadi perhatian pelaku pasar. Pada perdagangan 24 Juli 2026, saham KRAS sempat ditutup melemah 1,65 persen ke level Rp238 per saham. Perseroan menegaskan fokus utama saat ini adalah mempercepat pemulihan operasional dan menjaga stabilitas pasokan baja nasional.(Ahmad R/Red) 

0 Komentar

Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.

© Copyright 2026 - ROSINDONEWS.COM