Breaking News

Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi Strategis untuk Penguatan Pemerintah Kota

Medan | rosindonews.com - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis sebagai agenda bersama pemerintah kota dalam memperkuat pembangunan perkotaan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.(5/7/2026) 


Rekomendasi tersebut dirumuskan melalui berbagai forum pembahasan selama pelaksanaan Rakernas XVIII APEKSI yang mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat” dan berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara, pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026.

Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengatakan, rekomendasi yang dihasilkan merupakan bentuk konsolidasi berbagai aspirasi, pengalaman, serta kebutuhan pemerintah kota dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.

Menurutnya, pemerintah kota merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat sehingga masukan dan rekomendasi yang lahir dari forum Rakernas diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam penguatan kebijakan nasional.

“Persoalan pemerintah kota hari ini tidak lagi semata-mata teknis. Solusinya membutuhkan ruang dialog dan political will agar berbagai rekomendasi daerah benar-benar menjadi kebijakan,” ujar Alwis Rustam dalam kegiatan Dialog Kota Tangguh dan Mayors Talk di Ballroom Grand City Hall Medan, Rabu (1/7/2026).

Adapun sepuluh rekomendasi strategis Rakernas XVIII APEKSI meliputi penguatan kapasitas fiskal dan reformasi hubungan keuangan pusat dan daerah, penataan kebijakan ASN dan PPPK serta fleksibilitas belanja daerah, penguatan tata kelola Program Strategis Nasional di daerah, percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah, serta transformasi tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi layanan publik.

Selain itu, rekomendasi juga mencakup penguatan ketahanan lingkungan dan tata kota berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal dan pembangunan inklusif, penguatan tata ruang dan kerja sama antardaerah, penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi, hingga pelibatan generasi muda dalam proses perencanaan, implementasi, dan pengawasan pembangunan kota.

Kesepuluh rekomendasi tersebut menegaskan bahwa konsep kota tangguh tidak hanya berkaitan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas fiskal daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan ekonomi yang inklusif, transformasi digital, pengelolaan lingkungan hidup, serta penguatan kolaborasi antarpemerintah.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa Rakernas XVIII APEKSI bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan forum strategis bagi pemerintah kota untuk saling bertukar pengalaman, berbagi praktik terbaik, dan menyusun solusi bersama atas berbagai tantangan pembangunan perkotaan.

Menurut Bima, di tengah keterbatasan fiskal daerah, dinamika geopolitik global, serta tantangan perekonomian nasional, pemerintah kota membutuhkan ruang kolaborasi agar mampu terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Praktik-praktik terbaik itu ada di kawan-kawan kita sendiri. Kami di Kementerian Dalam Negeri melihat dengan bangga dan optimis bagaimana kota-kota ini menjadi transformer dan survivor melalui berbagai inisiatif yang dilakukan,” ungkap Bima saat membuka Rakernas XVIII APEKSI.

Ia juga menilai Rakernas menjadi momentum mempererat kebersamaan antarkepala daerah dengan mengesampingkan sekat politik, birokrasi, maupun feodalisme demi kepentingan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Bima mendorong pemerintah kota untuk terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, sejumlah daerah telah berhasil meningkatkan PAD melalui digitalisasi sistem pembayaran, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta kepemimpinan kepala daerah yang aktif terlibat dalam pelaksanaan program pembangunan.

Bima berharap hasil Rakernas XVIII APEKSI dapat menjadi pijakan bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kota-kota di Indonesia yang semakin tangguh, adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Rakernas XVIII APEKSI sendiri menjadi wadah strategis bagi pemerintah kota untuk memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan perkotaan. 

Selain sidang organisasi, kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai forum dan agenda nasional seperti Youth City Changers (YCC), Ladies Program, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital (Komdigi), Forum Pangan, Forum Bisnis, Karnaval Budaya Nusantara, hingga Indonesia City Expo (ICE).(ADV/RSDN/Red*) 

Sumber : Puspen Kemendagri

0 Komentar

Silakan tulis komentar dengan sopan dan relevan dengan artikel.

© Copyright 2026 - ROSINDONEWS.COM