PANDEGLANG | rosindonews.com - Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp9.700.488.700 yang bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 untuk merevitalisasi kawasan Situ Cikedal yang berada di Desa Babakan Lor, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang.(8/7/2026)
Program revitalisasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam menjaga fungsi konservasi air sekaligus mengembangkan potensi wisata daerah yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala DPUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan proses pengadaan proyek saat ini masih berada pada tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, dan teknis setelah melalui proses tender sesuai ketentuan yang berlaku.
"Masih tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, dan teknis," ujar Arlan.
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat fungsi Situ Cikedal sebagai kawasan resapan air sekaligus menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Pekerjaan konstruksi meliputi penataan dan pengamanan sempadan situ, pembangunan jalur pejalan kaki (pedestrian), jogging track, penataan kawasan sekitar, serta peningkatan estetika lingkungan agar lebih tertata, bersih, dan representatif sebagai kawasan wisata.
"Bangunnya mulai dari sempadan situ atau pengamanan situnya. Ruang publiknya berupa pembuatan area jogging track untuk olahraga masyarakat," jelasnya.
Arlan menambahkan, Pemerintah Provinsi Banten menargetkan seluruh pekerjaan revitalisasi dapat diselesaikan hingga akhir Desember 2026.
"Target pengerjaannya sampai akhir Desember dan kami optimistis dapat diselesaikan sesuai jadwal," katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Raden Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa penataan Situ Cikedal tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga menjaga fungsi ekologisnya sebagai kawasan konservasi air.
"Situ Cikedal akan ditata dan dirapikan menjadi wisata unggulan, mulai dari penataan lingkungan, akses jalan, hingga fasilitas pendukungnya," ujarnya.
Menurut Dimyati, pembangunan harus tetap mengedepankan keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan.
"Jaga alamnya, kembangkan fungsinya. Situ Cikedal bukan hanya tempat konservasi air, tetapi juga memiliki potensi menjadi destinasi wisata unggulan," katanya.
Ia optimistis revitalisasi tersebut akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan sektor pariwisata, perdagangan, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan.
"Situ Cikedal memiliki potensi yang besar, bukan hanya untuk konservasi air, tetapi juga untuk wisata dan penguatan ekonomi lokal," tambahnya.
Di sisi lain, Camat Cikedal, Rosad, mengaku hingga saat ini belum menerima informasi teknis secara resmi terkait pelaksanaan proyek tersebut. Meski demikian, pihaknya menyambut baik rencana revitalisasi yang digagas Pemerintah Provinsi Banten.
"Tentu kami akan menyambut baik apabila revitalisasi Situ Cikedal dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Banten pada tahun 2026, karena kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan," ujarnya.
Rosad berharap penataan Situ Cikedal mampu meningkatkan daya tarik wisata di Kecamatan Cikedal sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata.
Masyarakat juga berharap proyek senilai hampir Rp10 miliar tersebut dapat dilaksanakan secara transparan, tepat waktu, dan mengedepankan kualitas pembangunan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.
Selain mempercantik kawasan, revitalisasi Situ Cikedal diharapkan mampu menghadirkan ruang terbuka publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat fungsi Situ Cikedal sebagai kawasan konservasi air di Kabupaten Pandeglang.(BUDI/Red*)

Social Header