SERANG | ROSINDONEWS – Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa Bank Banten bukan sekadar lembaga keuangan milik daerah, melainkan simbol perjuangan, kemandirian, dan harapan masyarakat Banten dalam membangun kekuatan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Bank Banten yang digelar di Gedung Negara Provinsi Banten, Senin (3/8/2026).

Dalam sambutannya, Andra Soni mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat Banten untuk terus mendukung keberadaan Bank Banten sebagai bank kebanggaan daerah yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi.

Menurutnya, perjalanan Bank Banten tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang perjuangan masyarakat Banten dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Ia mengingatkan kembali sosok putra terbaik Banten, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, yang pernah memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) saat para pemimpin bangsa ditahan oleh Belanda pada masa agresi militer.

Dalam kondisi yang penuh keterbatasan saat itu, kata Andra Soni, Sjafruddin Prawiranegara tetap mampu menjalankan roda pemerintahan secara bergerilya dan menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui berbagai kebijakan penting, termasuk penerbitan ORIDA (Oeang Republik Indonesia Daerah) Banten.

“Provinsi Banten pernah memiliki sejarah besar dalam menjaga keberlangsungan ekonomi bangsa melalui penerbitan ORIDA. Bahkan mesin pencetak uang tersebut kini menjadi simbol sejarah yang ditempatkan di lobi utama Bank Banten. Semangat perjuangan itulah yang harus terus kita warisi,” ujarnya.

Andra Soni mengakui perjalanan Bank Banten selama satu dekade terakhir tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan sempat dihadapi, termasuk persoalan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang terjadi pada periode 2019 hingga 2020.

Namun berkat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Banten, DPRD Provinsi Banten, manajemen Bank Banten, serta dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berbagai tantangan tersebut berhasil diatasi.

“Alhamdulillah, sejak tahun 2023 Bank Banten telah membukukan laba. Ini menjadi bukti bahwa Bank Banten mampu bangkit dan terus berkembang menjadi lembaga keuangan yang sehat dan terpercaya,” katanya.

Lebih lanjut, Andra Soni mengapresiasi DPRD Provinsi Banten yang telah mendukung lahirnya regulasi penting sehingga Bank Banten kini resmi berstatus sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Banten.

Ia juga memaparkan berbagai capaian ekonomi Provinsi Banten yang menunjukkan tren positif. Pada triwulan II tahun 2026, realisasi investasi Banten berhasil menempatkan provinsi ini dalam lima besar nasional. Sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten saat ini berada di posisi keenam nasional dengan nilai yang mendekati Rp1.000 triliun.

Menurutnya, keberadaan Bank Pembangunan Daerah yang kuat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Memiliki bank pembangunan daerah sendiri merupakan sebuah keharusan. Bank Banten harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kepercayaan pemerintah daerah terhadap Bank Banten juga terus meningkat. Saat ini sejumlah daerah seperti Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kota Serang telah mempercayakan pengelolaan RKUD kepada Bank Banten.

Andra Soni optimistis kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Banten akan mengikuti langkah tersebut sehingga aset dan kapasitas Bank Banten semakin kuat di masa mendatang.

Selain itu, bergabungnya Bank Banten dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim diyakini akan mempercepat transformasi digital, memperluas layanan perbankan, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Banten untuk membuka rekening dan memanfaatkan layanan Bank Banten sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemajuan daerah.

“Bank Banten bukan milik gubernur, bukan milik DPRD, dan bukan milik kelompok tertentu. Bank Banten adalah milik seluruh masyarakat Banten. Kepemimpinan boleh berganti, tetapi cita-cita membangun masa depan Banten yang maju, mandiri, dan sejahtera harus terus diperjuangkan bersama,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-10 Bank Banten menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjadikan Bank Banten sebagai lembaga keuangan daerah yang semakin kuat, modern, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Provinsi Banten di masa depan.(Panji/ADV)