JAKARTA | ROSINDONEWS — Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat transisi energi nasional. Hal tersebut ditandai dengan peresmian 14 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/8/2026).
Peresmian 14 PLTS tersebut dinilai bukan sekadar pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi menjadi bagian dari langkah awal menuju ambisi besar pengembangan energi surya nasional hingga mencapai kapasitas 100 Gigawatt (GW).
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Rumah Juang Indonesia (YRJI), Muh Ageng Dendy Setiawan.
Menurut Dendy, percepatan pembangunan PLTS menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pengembangan energi hijau sekaligus upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto dalam merealisasikan 14 PLTS ini. Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi, melainkan fondasi bagi kemandirian energi Indonesia yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Dendy dalam keterangan resminya, Selasa (25/8/2026).
Dendy menilai pembangunan PLTS juga memberikan sinyal positif kepada dunia internasional bahwa Indonesia mulai mengambil langkah konkret dalam agenda transisi energi.
Ia optimistis target pengembangan kapasitas energi surya hingga 100 GW dalam 15 tahun ke depan dapat diwujudkan apabila pemerintah mampu menjaga konsistensi kebijakan serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami melihat adanya harapan besar bagi generasi muda dan masyarakat luas. Proyek 100 GW ini akan membuka lapangan kerja hijau (green jobs) yang sangat luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke pelosok daerah yang memiliki potensi tenaga surya,” katanya.
Dorong Penguatan Industri Dalam Negeri
Selain pembangunan infrastruktur pembangkit, YRJI berharap pengembangan PLTS nasional diikuti dengan penguatan industri komponen energi terbarukan di dalam negeri.
Menurut Dendy, keterlibatan industri nasional penting agar pengembangan energi surya tidak hanya menghasilkan tambahan pasokan listrik bersih, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat rantai pasok domestik.
“Harapan kami, pencapaian ini menjadi pemantik semangat bagi semua pihak untuk berkolaborasi. Kami optimis, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia akan menjadi pemain utama energi terbarukan di tingkat global,” pungkasnya.
Pengembangan energi terbarukan tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
Dengan dukungan teknologi, kebijakan yang konsisten, penguatan industri dalam negeri, serta masuknya investasi hijau, transisi energi dinilai berpotensi meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Bagi YRJI, peresmian 14 PLTS menjadi momentum awal untuk mempercepat transformasi sektor energi Indonesia menuju sistem yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.(RSDN/Red*)

Social Header