BANTEN | ROSINDONEWS – Kabar duka menyelimuti masyarakat Banten. Penceramah sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah, KH Ahmad Fudholi, meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Tangerang-Merak.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada Senin, 7 September 2026, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepergian KH Ahmad Fudholi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, jemaah pengajian, serta masyarakat Banten.
Berikut sejumlah fakta terkait sosok KH Ahmad Fudholi dan perjalanan terakhirnya:
1. Mengalami Kecelakaan Usai Agenda Dakwah
Kecelakaan terjadi pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 03.00 WIB di ruas Tol Tangerang-Merak KM 63+800 B, wilayah Kabupaten Serang, Banten.
Saat itu, KH Ahmad Fudholi bersama sopirnya baru selesai menjalankan agenda dakwah dan ziarah di wilayah Cikaduen, Kabupaten Pandeglang.
Mobil yang ditumpangi kemudian mengalami kecelakaan setelah menghantam bagian belakang kendaraan dump truck yang berada di bahu jalan.
2. Sempat Mendapat Perawatan Selama Tiga Hari
Usai kecelakaan, KH Ahmad Fudholi dan pengemudinya mengalami luka-luka dan segera mendapatkan penanganan medis.
Almarhum sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Tangerang untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
Namun, setelah berjuang selama beberapa hari, kondisi almarhum dilaporkan terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
3. Dikenal Sebagai Penceramah dan Pimpinan Pesantren
KH Ahmad Fudholi dikenal luas sebagai salah satu ulama dan penceramah yang aktif mengisi berbagai kegiatan keagamaan di Banten.
Selain berdakwah di berbagai majelis taklim, almarhum juga memimpin Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.
Sosoknya dikenal dekat dengan para santri dan jemaah.
4. Menantu Abuya Uci Turtusi
KH Ahmad Fudholi juga dikenal sebagai menantu dari almarhum KH Uci Turtusi atau Abuya Uci, salah satu ulama kharismatik Banten.
Hubungan keluarga tersebut membuat sosok KH Ahmad Fudholi semakin dikenal luas di kalangan masyarakat dan jemaah.
5. Kepergiannya Mendapat Perhatian Tokoh dan Pejabat
Kabar wafatnya KH Ahmad Fudholi turut mendapat perhatian dari sejumlah tokoh dan pejabat daerah.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak sebagai bentuk penghormatan atas kiprah almarhum dalam dunia dakwah dan pendidikan keagamaan.
Sejumlah pejabat daerah juga terlihat hadir untuk menyampaikan duka kepada keluarga yang ditinggalkan.
6. Ribuan Jemaah Mengiringi Prosesi Terakhir
Rumah duka dipadati ribuan jemaah, santri, tokoh agama, dan masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Besarnya jumlah pelayat membuat pelaksanaan salat jenazah dilakukan secara bergelombang.
Suasana haru menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah saat jenazah almarhum diberangkatkan menuju tempat pemakaman.
Tangisan keluarga dan lantunan kalimat tauhid mengiringi prosesi pemakaman.
7. Dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah
KH Ahmad Fudholi akhirnya dimakamkan di area kompleks Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.
Tempat yang selama ini menjadi pusat perjuangan almarhum dalam mendidik santri dan mengembangkan dakwah tersebut kini menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.
Kepergian KH Ahmad Fudholi menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Banten, khususnya keluarga besar pesantren, para santri, serta jemaah yang selama ini mengikuti dakwahnya.
Selamat jalan, KH Ahmad Fudholi. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Reporter : Mang Hasan Santri Istiqlaliyah
Redaksi : Rosindonews.com

Social Header