CILEGON | ROSINDONEWS  — Festival Ketceran Tcimande 2026 digelar meriah di halaman Kantor Rumah Dinas Wali Kota Cilegon. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari tersebut menjadi momentum pelestarian seni dan budaya sekaligus mempererat silaturahmi keluarga besar TTKKDH Tcimande se-Kota Cilegon.(12/9/26) 

Mengusung tema “Dari Cilegon untuk Indonesia”, festival ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan budaya, di antaranya Seni Tari Golempangan, Festival Ketceran Tcimande, serta penampilan Geger Budaya.
Pada malam hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara puncak Festival Ketceran Tcimande yang dirangkai dengan pelantikan DPD dan DPC TTKKDH Tcimande se-Kota Cilegon periode 2026–2031.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan aparat keamanan, di antaranya Wali Kota Cilegon, Danlanal Banten, Dandim 0623/Kota Cilegon, Kapolres Cilegon, Kajari Cilegon, serta Ketua Umum DPP TTKKDH Tcimande H. Wahyu Nurjamil.

Turut hadir Ketua DPW TTKKDH Tcimande Provinsi Banten H. Ricky Suhendra, Ketua Kadin Kepelabuhanan, Ketua Bandrong Kota Cilegon, Ketua PSHT Kota Cilegon, Ketua LSM Gapura Banten, Ketua IPSI Cilegon, Abah Gacoan selaku Ketua Peguron Macan Kulon, serta seluruh keluarga besar TTKKDH Tcimande Kota Cilegon.

Dihadiri 100 Peserta Tari Golempangan
Ketua DPD TTKKDH Tcimande Kota Cilegon, H. Halusi Hambali mengatakan Festival Ketceran Tcimande 2026 merupakan acara puncak yang diselenggarakan DPD TTKKDH Tcimande Kota Cilegon.

“Ini adalah acara puncak yang diadakan oleh DPD TTKKDH Tcimande dengan tema Dari Cilegon untuk Indonesia,” ujar H. Halusi.
Ia menyampaikan, salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat perhatian adalah penampilan Tari Golempangan yang diikuti sekitar 100 peserta.

H. Halusi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk para donatur dan perusahaan di Kota Cilegon.
Dukungan tersebut antara lain berasal dari PT Pelindo, Krakatau Steel Group, Rumah Kopi, BPRSCM, PT Wastech, Keluarga Pajero Sport, serta sejumlah donatur dan pelaku industri lainnya di Kota Cilegon.

Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan kebudayaan di Kota Cilegon.

Ia menegaskan bahwa TTKKDH Tcimande akan terus berupaya menjaga dan melestarikan budaya Ketceran Tcimande agar tetap hidup serta dikenal oleh generasi muda.

Wahyu Nurjamil: Organisasi Harus Terus Eksis dan Berdampak

Sementara itu, Ketua Umum DPP TTKKDH Tcimande, H. Wahyu Nurjamil, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi organisasi yang telah berusia 74 tahun tersebut.

Ia berharap seluruh pengurus dan anggota yang baru dilantik dapat menjalankan amanah organisasi serta terus menghidupkan berbagai kegiatan di tingkat ranting.

Menurutnya, keberadaan organisasi tidak hanya sebatas menjaga eksistensi internal, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Wahyu juga berpesan kepada seluruh anggota agar senantiasa menjaga adab dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan organisasi.

Ia menegaskan, setiap anggota harus bertanggung jawab atas tindakannya dan tidak membawa nama organisasi untuk kepentingan pribadi.

“Ketika ada anggota yang nyeleweng, kami Kesti TTKKDH Tcimande tidak akan membela. Tapi kalau persoalan berantem, kita bela,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kekuatan organisasi harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan, tanggung jawab, adab, serta komitmen menjaga nama baik TTKKDH Tcimande.
Pelantikan DPD dan DPC Periode 2026–2031

Selain menjadi ruang ekspresi kebudayaan, Festival Ketceran Tcimande 2026 juga menjadi momentum konsolidasi organisasi melalui pelantikan DPD dan DPC TTKKDH Tcimande se-Kota Cilegon periode 2026–2031.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan organisasi dalam menjalankan berbagai program serta kegiatan kebudayaan dan sosial di tengah masyarakat.

Festival kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk selamatan atas perjalanan Kesti TTKKDH Tcimande yang telah memasuki usia ke-74 tahun.

Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol rasa syukur dan komitmen bersama untuk terus menjaga warisan budaya Tcimande dari Cilegon agar tetap tumbuh, berkembang, dan dikenal lebih luas di Indonesia.

Dari Cilegon untuk Indonesia — budaya dijaga, organisasi diperkuat, generasi diteruskan.***

Reporter : Ahmad R