CILEGON | ROSINDONEWS — Ketua Umum DPP Kesti TTKKDH Tcimande, H. Wahyu Nurjamil, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi organisasi sekaligus memastikan keberadaannya memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat luas.(12/9/26) 

Pernyataan tersebut disampaikan H. Wahyu Nurjamil dalam rangkaian Festival Ketceran Tcimande 2026 yang digelar di halaman Kantor Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, sekaligus momentum pelantikan DPD dan DPC TTKKDH Tcimande se-Kota Cilegon periode 2026–2031.

Di hadapan keluarga besar Kesti TTKKDH Tcimande, Wahyu mengatakan bahwa organisasi tersebut telah memiliki perjalanan panjang. Saat ini, Kesti TTKKDH Tcimande telah memasuki usia 74 tahun.

Ia berharap perjalanan panjang tersebut menjadi modal bagi seluruh anggota untuk terus menjaga keberadaan dan marwah organisasi.

Menurut Wahyu, eksistensi sebuah organisasi tidak cukup hanya ditandai dengan banyaknya anggota maupun kegiatan. Lebih dari itu, organisasi harus mampu menjalankan roda organisasi secara konsisten serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, ia menitipkan amanah kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.

Wahyu juga meminta agar kegiatan organisasi tidak berhenti pada tingkat DPD maupun DPC, tetapi terus bergerak hingga ke tingkat ranting.

Ia menekankan pentingnya setiap ranting untuk tetap menjalankan kegiatan secara aktif sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan organisasi.

“Kesti TTKKDH hari ini sudah membuktikan,” ujar Wahyu.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada seluruh anggota agar menjaga adab dan perilaku organisasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, nama besar organisasi harus dijaga melalui sikap dan tindakan setiap anggotanya. Jangan sampai perilaku oknum justru merusak citra organisasi yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Wahyu bahkan memberikan penegasan terkait sikap organisasi terhadap anggota yang melakukan pelanggaran.

“Ketika ada anggota yang nyeleweng, kami Kesti TTKKDH Tcimande tidak akan membela. Tapi jika persoalan berantem, kita bela,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pesan keras sekaligus penegasan bahwa solidaritas organisasi tetap harus berjalan bersama dengan tanggung jawab dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai organisasi.

Ia berharap seluruh anggota TTKKDH Tcimande mampu menunjukkan bahwa organisasi bukan hanya memiliki akar budaya yang kuat, tetapi juga dapat menjadi bagian dari masyarakat yang memberikan kontribusi nyata.

“Terus menjaga eksistensi Kesti TTKKDH Tcimande untuk berdampak kepada masyarakat luas, serta terus menunjukkan adab dan perilaku organisasi,” pesannya.

Momentum pelantikan DPD dan DPC TTKKDH Tcimande se-Kota Cilegon periode 2026–2031 pun diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas kontribusi TTKKDH Tcimande di tengah masyarakat.
Rangkaian acara Festival Ketceran Tcimande 2026 kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan Kesti TTKKDH Tcimande yang telah memasuki usia ke-74 tahun.

Bagi Kesti TTKKDH Tcimande, usia 74 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang harus dijaga melalui eksistensi organisasi, adab anggota, pelestarian budaya, serta pengabdian kepada masyarakat.***

Reporter : Ahmad R
Redaksi : Rosindonews.com