PANDEGLANG | ROSINDONEWS - Erupsi Anak Gunung Krakatau menjadi perhatian berbagai kalangan yang sampai saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan statusnya pada Level III (Siaga).

Perhatian terhadap berbagai kejadian semakin menguat setelah dikabarkan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang akan meliput aktivitas gunung Anak Krakatau tidak diketahui rimbanya.

"Kami prihatin atas hilangnya lima jurnalis yang akan meliput aktivitas gunung Anak Krakatau. Kami berkumpul bersama mendoakan rekan-rekan para jurnalis yang belum ditemukan sampai hari ke sembilan saat ini," kata Rayi Sukma, Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) DPW Provinsi Banten di Posko Pemantauan Marina Carita, Pandeglang, Banten, Rabu (16/9/2025).

Rayi mengaku pihaknya berempati atas musibah yang dialami para jurnalis. Menurutnya, mereka menjalankan tugas meliput kejadian langsung karena semata mata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang aktual dan ril (real).

"Kami sangat empati atas kejadian yang dialami para jurnalis dalam menjalankan tugas liputan erupsi Anak Gunung Krakatau. Saat ini sudah hari ke sembilan hilangnya para jurnalis serta anak buah kapal (ABK)," kata Rayi Sukma.

Sementara itu, Rayi juga mengapresiasi respon Presiden Prabowo Subianto yang dengan cepat menginstruksikan para pihak untuk fokus pada pencarian hilangnya jurnalis serta ABK.

Tidak itu saja, lanjut Rayi Sukma, pihaknya juga mengapresiasi Gubernur Banten, Andra Soni, yang turun langsung ke lokasi pencarian, memberikan motivasi kepada keluarga korban dan menyediakan fasilitas penginapan.

Namun demikian, Rayi berharap para jurnalis yang mengalami musibah harus mendapat perhatian dari berbagai hal, diantaranya asuransi dan utamanya santunan untuk keluarga korban.

"Saya berharap pihak pemerintah atau lembaga yang terkait berempati dengan aksi sosial memerhatikan keluarga para korban," kata Rayi.

Rayi menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan kebutuhan makanan dan minuman untuk para relawan di Posko Carita.

Sementara itu Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan agar pihak Basarnas dapat memperpanjang pencarian untuk memenuhi harapan keluarga korban, sesuai peraturan dan perundangan undangan.

Rayi, pada kesempatan itu menegaskan para pihak untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang tidak di dukung data.

"Kami juga mengamati kinerja Pemerintah dari berbagai dinas terkait. Banyak yang sudah dilakukan seperti penyediaan akomodasi, baik hotel maupun makanan bagi para relawan dan keluarga korban," ujar Rayi Sukma.

Saat ini, lanjut Rayi, pihaknya sedang melakukan penggalangan dari para penulis dan jurnalis yang ada di Banten. Begitu pula pihaknya berkoordinasi dengan pihak DPP IPJI Pusat.

"Kami sudah menemui kerabat dan keluarga korban sampai saat ini masih melakukan penggalangan dana dan bantuan lain, kami berterima kasih kepada semua pihak atas perhatian dan kepeduliannya kepada jurnalis yang menjadi korban" tutupnya.

Seperti diketahui IPJI merupakan wadah para penulis dan jurnalis yang lahir pada 28 Oktober 1999. Di usia yang ke 27 IPJI telah banyak melakukan berbagai kegiatan yang tidak saja urusan kualitas penulisan dan jurnalistik tetapi juga sosial kemasyarakatan.

Reporter : Lautan Maulana 
                  Humas DPW IPJI Banten
Redaksi : Rosindonews.com