TANGERANG SELATAN — Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Universitas Pamulang mengajak masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah rumah tangga dan bahan alami menjadi produk yang memiliki nilai guna hingga nilai ekonomi.(7/9/26)
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK RT 07, Kelurahan Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Program ini merupakan bagian dari Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG Universitas Pamulang dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan dua inovasi produk, yakni Sabun JELITA (Jelantah Jadi Berharga dan Bermanfaat) serta Teh T&J (Telang dan Jeruk Nipis).
Sabun JELITA merupakan produk sabun cuci piring yang memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasar. Sementara Teh T&J mengombinasikan bunga telang dan jeruk nipis menjadi minuman sederhana yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Pemanfaatan minyak jelantah menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Pasalnya, minyak bekas memasak tersebut masih kerap dibuang sembarangan dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Melalui program Sabun JELITA, masyarakat diberikan pemahaman mengenai alternatif pengelolaan minyak jelantah sekaligus diajak mengikuti praktik pengolahannya agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang lebih berguna.
Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan potensi bahan alami berupa bunga telang dan jeruk nipis melalui pembuatan Teh T&J.
Para peserta mengikuti seluruh tahapan pembuatan, mulai dari persiapan bahan, proses penyeduhan bunga telang, penambahan jeruk nipis, hingga tahap penyajian dan pengemasan produk.
Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, serta praktik bersama masyarakat.
Menariknya, kegiatan tersebut juga melibatkan peserta didik Program Keahlian Farmasi SMK Negeri 5 Kota Tangerang Selatan sebagai pendamping dalam pelaksanaan praktik.
Para siswa turut membantu memberikan pemahaman mengenai pemilihan bahan, kebersihan alat dan bahan, serta aspek keselamatan selama proses pembuatan produk berlangsung.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan pendidikan dengan kebutuhan dan aktivitas nyata di tengah masyarakat.
Ketua projek, Juliansyah, bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari komunikasi dengan mitra hingga memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan rencana.
Sementara itu, Muhammad Sunan Maulana bertugas di bidang hubungan masyarakat dan kemitraan dengan membantu membangun komunikasi serta kerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga rangkaian kegiatan selama September 2026.
Tahapan kegiatan dimulai dari pengenalan bahan dan produk, praktik pembuatan, hingga proses pengemasan dan pemberian label. Pada tahap akhir, peserta bersama mahasiswa melakukan evaluasi untuk membahas berbagai kendala yang ditemui sekaligus melihat peluang pengembangan dan pemasaran Sabun JELITA serta Teh T&J di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG Universitas Pamulang berharap masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengelola limbah rumah tangga sekaligus memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.
Sabun JELITA dan Teh T&J diharapkan tidak hanya menjadi inovasi sederhana dalam pemanfaatan bahan yang sebelumnya dianggap limbah atau biasa, tetapi juga dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Reporter : M. Sunan
Redaksi : Rosindonews.com

Social Header